
Disampaikan Oleh : M Rizal Fadillah
Ada yang menyatakan Gibran akan bertahan sampai 2029 dengan dasar pengaruh Jokowi masih kuat, Prabowo tetap bungkam, serta partai politik baru sedikit yang siap memakzulkan. Mereka mengabaikan Putusan MK maupun MA yang konon tidak serta merta mencopot Gibran dari jabatan Wapres. Tidak ada tanda bahwa Gibran akan mundur, sementara proses pemunduran butuh waktu dan adu kepentingan. Dengan nada optimis mereka menyatakan bahwa Gibran lengser hanyalah halusinasi.
Mereka lupa bahwa Putusan MK dan MA menjadi faktor delegitimasi moral, sosial, dan hukum atas jabatan Wapres Gibran. Delegitimasi moral mengukuhkan kenyataan bahwa Gibran adalah figur moral dekaden. Manipulasi edukasi, merusak marwah, dan menginjak-injak nilai kejujuran. Delegitimasi sosial karena mengkhianati kepercayaan, dikutuk masyarakat, serta berkelas sampah. Orang buangan. Secara hukum Gibran merebut hak, menjadi penipu, dan hukuman yang tinggal menunggu eksekusi.
Gibran oleh ayah dan adiknya didudukkan di atas gajah untuk mengobrak-abrik rimba politik. Dipaksakan menjadi penguasa dunia hewan ke depan. Gajah diharapkan dapat mengantarkan ke singgasana. Akan tetapi situasi politik mengakibatkan duduk Gibran terus bergeser dan sekarang sudah berada di ujung belalai gajah. Sedikit sentuhan atau rangsangan yang membuat gajah bersin, maka terlempar dan jatuhlah Gibran.
Pendukung Gibran, Jokowi, dan Kaesang adalah sama. Mereka itu orang-orang buta yang keliru dalam menilai gajah. Dikira seperti pohon kelapa yang kokoh, pisau yang tajam, hamparan yang luas, dan ular yang berbisa. Partikularistis, segmenter, parsial, dan picik. Asal raba dan salah sangka. Dikira Gibran duduk di punggung dengan nyaman, padahal ia sedang menggigil ketakutan berada di ujung belalai. Waktu yang akan membuatnya jatuh dan terlempar. Lalu menjerit kesakitan karena terinjak gajah yang selama ini keluarga dewakan.
Gibran adalah monumen kebodohan, kemanjaan, kebohongan, kebablasan, dan keterlaluan. Pangeran yang berjalan telanjang tetapi ditipu ayahnya sendiri Sang Penyihir sehingga seolah berbaju dan bermahkota emas.
Kelak dalam Ilmu Kedokteran Jiwa akan dikenal penyakit baru made in Indonesia yang bernama GIBRANOID yaitu remaja yang merasa dewasa, berpendidikan SD merasa Sarjana, dan selalu acungkan lembaran kertas sambil teriak-teriak SUKET… SUKET..!!!
Bandung, 31 Oktober 2026
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.