November 8, 2026

Disampaikan Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Putusan MK yang dilanjutkan dengan Putusan MA adalah pukulan upper cut yangmembuat Gibran kehilangan keseimbangan.  Sempoyongan lalu berupaya memegang tali ring agar tidak jatuh. Gibran tertolong oleh bel pertandingan. Tapi ronde berikut mencekam dan sangat mungkin Gibran akan dipukul KO di ronde ini. Lawan yang berkostum DPR memasang wajah garang dan sesumbar untuk secepatnya mengkanvaskan.

Jokowi sang trainer, manajer, juga owner dari sasana mulai panik melihat anak asuhannya kehilangan kepercayaan diri dan grogi. Meski ia mencoba umtuk terus memotivasi, namun tidak biisa dipungkiri akan kuatnya lawan tanding dan dukugan penonton yang sangat besar untuk kemenangan lawan dan kekalahan Gibran. Mental pecundang tidak siap untuk bertarung gigih.

MK, MA, dan kerja DPR ternyata di luar dugaan mampu menjebol benteng pertahanan Jokowi. Gibran yang dimainkan untuk mengendalikan Prabowo ternyata rapuh dan mudah runtuh. Gibran terguncang, Jokowi gamang. Kepanikan luar biasa meliputi Jokowi dan keluarga. Ajal pengaruh politik segera tiba. Dosa-dosa pada bangsa yang multi dimensional akan menyeret Jokowi ke jeruji besi.

Benteng pertahanan Jokowi kedua yang bobol adalah mantan Kapolri Listyo Sigit. Andalannya ini masuk bui duluan akibat nekad membuat skandal penyadapan atas Presiden, Menteri, tokoh politik, dan lainnya. Arogansi Listyo terbentur makar.
Ia bukan figur puncak. Kepentingan penyadapan terlalu sumier bagi Listyo. Yang sangat butuh info haram itu adalah Jokowi. Ia terkenal jago dalam politik sandera dengan memanfaatkan rahasia-rahasia personal. Jokowi itu penjahat penghalal segala cara. Khas kader PKI dahulu.

Penangkapan dan penahanan Listyo bakal mengarah pada pengguna dan penyuruh info sadap yaitu Jokowi yang bermotif untuk membantu masa depan Gibran.
Kini semua hancur berantakan. Makar klandestin Jokowi-Aidit gagal, Listyo-Untung pimpinan operasi juga gagal. Konsekuensi bahwa Jokowi bakal dibui semakin mendekati.

Atau jalan pintas bunuh diri ? Bukan spirit kepahlawanan tetapi keputusasaan. Tekanan dan bayangan dari akibat terlalu berat. Jokowi tak akan mampu menanggulangi. Pemahaman dan pengamalan keagamaannya tipis. Jadi mudah tergoda Iblis. Konsultasi kepada komunitas mistis diprediksi dapat direstui. Dikira itu adalah jalan menuju ketenangan abadi.

Jangan-jangan besok lusa ada berita tentang mantan Presiden Republik Indonesia yang mencari ketenangan abadi dengan cara bunuh diri. Mustahil ? Listyo mantan Kapolri bisa ditangkap dan ditahan karena melanggar hukum. Itu ternyata tidak mustahil. 
Mencuri informasi secara ilegal adalah perilaku Iblis yang gemar mencuri informasi dengan cara diam-diam.Profesi dan keahlian Iblis memang sebagai tukang sadap. Listyo dan Joko Widodo.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca