November 8, 2026
Gambar ilustrasi

​Bahwa eskalasi aksi demonstrasi dan seruan “Cukup!” merupakan alarm darurat atas runtuhnya kesabaran kolektif rakyat Indonesia;

​Bahwa gerakan ini bukan luapan emosi sesaat, melainkan manifestasi perlawanan terhadap kebijakan penyelenggara negara yang opresif, ugal-ugalan, dan secara sistematis mengabaikan aspirasi publik;

Bahwa konsensus “satu kata, satu suara” menegaskan keteguhan sikap rakyat untuk meleburkan berbagai tuntutan ke dalam satu sikap politik: penolakan absolut terhadap tata kelola kekuasaan yang telah mengalami krisis sistemik, yang ditandai oleh:

  • ​Ketimpangan ekonomi yang kian melebar;
  • ​Beban kebijakan yang mencekik hajat hidup rakyat; serta
  • ​Menyempitnya ruang demokrasi dan kebebasan sipil.
  • ⁠Belum tegaknya hukum yang berkeadilan.

​Maka, demi menyelamatkan keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara, melalui Maklumat Yogyakarta ini rakyat menuntut penyelenggara negara/rezim untuk segera:

  1. ​Melakukan reformasi total tata kelola negara secara nyata dan konkret, bukan sekadar retorika kosong, pencitraan hampa, atau janji-janji manipulatif di atas kertas.
  2. ​Memenuhi dan menindaklanjuti seluruh tuntutan publik tanpa syarat.

​Peringatan keras ini disampaikan agar diindahkan. Apabila tuntutan ini diabaikan, perlawanan rakyat dipastikan akan bereskalasi  berubah menjadi revolusi sosial.

Yogyakarta, 30 Oktober 2026.
Maklumat Yogyakarta :

  1. Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto
  2. Prof. Dr. Sofian Effendi
  3. Prof. Dr. Rochmat Wahab
  4. Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan
  5. Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso
  6. H M Syukri Fadholi

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca