Oktober 9, 2026
Doctor Octopus

Doctor Octopus adalah salah satu tokoh villain yang juga seorang jenius. Ia memiliki kepandaian yang membuatnya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di jurusan ilmu fisika. Otto berhasil menyelesaikan pendidikannya, menjadi fisikawan nuklir, bahkan dosen. Sayangnya, ia memanfaatkan ilmu tersebut untuk hal yang tidak baik. 

Pada suatu hari, Otto Octavius mengalami kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh ledakan radiasi. Ledakan tersebut membuat lengan mekanik menyatu ke tubuhnya. Otak Otto juga mengalami mutasi karena ledakan sehingga membuat dia bisa mengendalikan lengan mekaniknya hanya dengan menggunakan pikiran. Radiasi juga membuat matanya menjadi sensitif terhadap cahaya sehingga dia harus menggunakan kacamata gelap. Dengan kondisi fisiknya yang menyatu dengan lengan mekaniknya serta mengalami kerusakan otak, Otto malah beralih ke dunia kriminal. Otto kemudian menggunakan nama hinaan dari rekan kerjanya, yaitu Doctor Octopus, sebagai identitas villainnya.

semutibrahim.com | Kak Naz – Mengambil analogi dari karakter fiksi buku terbitan Marvel (diciptakan oleh Stan Lee dan Steve Ditko) digambarkan sempurna dalam film The Amazing Spider-Man 3), Mahfud MD bagaikan tentakel gurita yang mampu merubah karakter Ganjar menjadi Karakter Doctor Octopus.

Bagi yang penggemar film fiksi Spiderman pasti paham betul akan sosok Doctor Octopus ini. Mahfud jelas adalah sosok ilmuwan hukum yang ahli dalam mencermati berbagai celah hukum. Kemampuannya sebagai drafter hukum tak diragukan lagi akan melengkapi posisi Ganjar dengan Jubah Konstitusi yang siap memuluskan setiap tindakannya.

Sayangnya tak hanya melengkapi Ganjar dengan Jubah Konstitusional, Mahfud diprediksi juga akan menjadi Artificial Inteligence yang mengambil alih motorik otak Ganjar dalam setiap keputusan-keputusan yang diambilnya.

Sebenarnya ini cukup mengkhawatirkan, mengingat rekam jejak Mahfud yang menggambarkan karakter pengambil keputusan yang cepat dan siap melindas siapa saja tanpa mempertimbangkan aspek-aspek sosial dan ekses kemanusiaan yang timbul.

Dalam beberapa kesempatan, ketika rapat dengan DPR misalnya, Mahfud kerap memperlihatkan temperamen yang emosional, ia terang-terang menyatakan tak suka diinterupsi saat sedang bicara. Padahal interupsi adalah hal yang biasa terjadi dalam forum rapat di DPR.

Karakter temperamental sangat berbahaya ketika menghadapi 270 juta rakyat yang nota bene hidup dengan beragam kondisi sosio ekonomi dan latar belakang pendidikan membutuhkan kesabaran dan kearifan seorang pemimpin dengan landasan kasih sayang, bukan ketegasan yang keras semata-mata berdasarkan hukum yang dapat dibuat sesuai kehendak penguasa.

Alhasil, Mahfud di sisi Ganjar akan menciptakan pemerintahan yang sama bobot kekerasan karakternya dibandingkan dengan pemerintahan Prabowo.

Karenanya “kengerian-kengerian” akan alam demokrasi dan politik masa depan akan sangat ditentukan oleh keputusan rakyat, pada pilihan mana pasangan yang diinginkan untuk menjalankan pemerintahan Indonesia di masa mendatang.

Nah, siapakah pilihan kalian? Jangan goput yaa.

Semoga Indonesia baik-baik saja. AMIN


Baca juga opini tajam dari Kak Naz lainnya dalam tajuk “Remote Dua Balon di Tangan PDIP”, “Dendam Politik Dan Imperium Jokowi” atau pambaca juga tertarik dengan Jokowi, “The Most Powerful King”

Pembaca juga bisa menyelami editorial dalam tajuk “AMERIKA, IBLIS BERJUBAH MALAIKAT”

Selamat membaca. Salam Semut Ibrahim


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “Mahfud, Tentakel Gurita Ganjar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca