Oktober 9, 2026
Nedina Sari, dosen FSRD ITB membacakan Deklarasi Akademik “Mencegah Kemunduran Demokrasi“

Semut Ibrahim | Bandung – Sejumlah tokoh cendekiawan yang tergabung dalam komunitas Guru Besar dan Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Peduli Demokrasi melakukan Deklarasi Akademik di Selasar Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Senin (5/2/2024).

Sebelumnya Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah lebih dulu menyatakan sikap, giliran Institut Tenologi Bandung (ITB) membuat deklarasi menyoroti perkembangan demokrasi di Indonesia saat ini.

Adalah Yasraf Amir Piliang, salah seorang guru besar pada Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, menyatakan, deklarasi ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kecintaan kepada negara dan bangsa, juga berdasarkan akal budi dan mata hati yang kritis dan logis.

Pihaknya kata Yasraf, mengajak para guru besar dan dosen ITB untuk sama-sama menyuarakan kemerdekaan Indonesia.

Malu Menjadi Bangsa

Deklarasi Para guru besar dan dosen ITB yang dilaksanakan dengan luring dan daring (memalului zoom meeting) ini untuk menanggapi kondisi bangsa saat ini dalam masa Pemilu 2024. Sebelum pembacaan poin deklarasi, para guru besar dan dosen mengadakan diskusi kebangsaan dengan topik “Malu Menjadi Bangsa”

Yasraf Amir mengatakan, ada dua hal dosa yang sedang dialami negara saat ini, pertama pemilu langsung, kedua runtuhnya keadaban bangsa. Menurutnya, dua hal itu saling berkaitan. “Dari dosa pemilu langsung membuat peradaban hancur,” ujar Yasraf.

Ideologi negara Pancasila itu lahir buah pemikiran para pendiri bangsa dengan hasil konsensus dari berbagai partai saat itu. Sehingga, konsensus merupakan hal yang utama. “Pancasila Ini lahir dari prinsip permusyawaratan, Konsensus. Pancasila adalah konsensus. Datang dari permusyawaratan,” tegas Yasraf.

Mencegah Kemunduran Demokrasi

Ada sembilan poin yang disampaikan para Guru Besar dan Dosen ITB dalam Deklarasi Akademik ini. Deklarasi ITB itu dibacakan Nedina Sari, dosen FSRD ITB, bahkan disiarkan secara live di media sosial. Rektor ITB Reini D. Wirahadikusuma juga disebut-sebut telah mempersilakan kegiatan komunitas ini untuk membacakan deklarasinya, bahkan dengan menggunakan fasilitas ITB.

Berikut adalah isi lengkap Deklarasi Akademik Mencegah Kemunduran Demokrasi Guru Besar dan Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Peduli Demokrasi:

  • Mendukung PILPRES yang jujur, adil, dan damai, serta menjunjung hak azasi setiap pemilih.
  • Mendukung pemimpin sebagai negarawan serta menjadi teladan dalam menegakkan aturan hukum dan etika publik untuk membangun demokrasi yang berkualitas.
  • Mendukung pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan mewujudkan Negara Republik Indonesia sebagai negara hukum, yang menjunjung tinggi asas-asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
  • Mendukung pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk menjunjung tinggi sikap netral dan non-partisan dalam proses demokrasi, yang berada di atas semua kelompok dan golongan.
  • Mendorong para pemimpin bangsa untuk berperan sebagai penengah dalam masyarakat yang terpolarisasi saat ini, dengan mengayomi semua kelompok dan golongan yang berbeda, untuk menghindari keterbelahan masyarakat yang mengancam kesatuan bangsa.
  • Mendorong pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mendahulukan kepentingan negara-bangsa yang lebih besar di atas kepentingan kelompok dalam setiap tindakannya, dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dilandasi asas keadilan dan inklusivitas.
  • Mendorong pemimpin dan pihak pihak yang terlibat menjalankan sikap adil dan berpihak kepada semua dalam proses demokrasi, dengan memberikan fasilitas dan perlakuan yang sama bagi setiap kontestan pilpres, untuk menjaga pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
  • Mendorong pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mendahulukan pembangunan fondasi kepemimpinan bangsa yang kuat secara terstruktur dan sistematis untuk mempersiapkan pemimpin masa depan yang memiliki integritas, rasa keadilan, prestasi, serta kinerja tinggi, untuk membawa kepada kemajuan bangsa.
  • Mendorong pemimpin meningkatkan kualitas institusi pendidikan dan sumber dayanya dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan dengan prioritas menggunakan sumberdaya dan teknologi dalam negeri.

Semut Ibrahim mengabarkan.

Pewarta : MDH

Editor : Bam’s


Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca