
Disampaikan Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Setelah digebuk MK dengan tidak ditemukan bukti Gibran lulus SMA dalam dan luar negeri dengan kualifikasi penyetaraan yang manipulatif, kini tendangan MA mengenai bokong Gibran yang membuat Gibran mencret. Bagaimana tidak, MA memutuskan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan Gibran dinyatakan tidak sah. Mungkin Gibran kini harus banyak minum pil tidur untuk menenangkan jiwa. Artinya jiwanya pun terancam oleh kebodohan dan keplonga-plongoan sendiri.
Mundur adalah pilihan bijak di tengah jalan yang sempoyongan. Ngotot bertahan hanya membuka peluang dipukul KO oleh DPR. Gibran bisa mati kutu, mati kodok, atau mati cecunguk. Tanpa harga diri dan kehormatan. Oh ya sang ayahanda juga tentu pusing tujuh keliling melihat anaknya bonyok babak belur akibat ambisi kekuasaan dan kekayaan diri yang melampaui batas. Jokowi sendiri sedang kolaps didera masalah ijazah abal-abalnya. Ironi sekelas UGM masih bisa dipermainkan.
Putusan MA No 742 K/TUN/2026 tanggal 30 Oktober 2026 cukup mengejutkan karena sebelumnya PTUN Jakarta menyatakan gugatan Subhan Palal itu Niet Onvankelijke Verklaard (NO) atau tidak dapat diterima. Putusan MA tersebut mengabulkan seluruh gugatan, artinya disamping Suket penyetaraan tidak sah atau batal juga ditarik dari pihak yang menguasai untuk dimusnahkan. Meski tidak membatalkan status Wapres Gibran tetapi Putusan MA ini memudahkan DPR untuk melakukan pemakzulan.
Meski murni berdasarkan pemeriksaan hukum sendiri, kejutan Putusan MA ini diduga disebabkan oleh dua hal yaitu pertama, adanya Putusan MK dengan pertimbangan hukum yang menafikan Suket penyetaraan pendidikan Gibran dan kedua, dinamika politik yang kuat mendesak Gibran mundur atau desakan kepada DPR agar segera memproses pemakzulan.
Arus aspirasi sedemikian kuat, sehingga diprediksi Gibran akan rontok.
Rontok Gibran dari jabatan Wapres bukan akhir dari karier. Proses pidana yang berjalan di Bareskrim Mabes Polri membuat pintu penjara menjadi terbuka untuknya. Ruang itu rindu untuk dihuni oleh anak durhaka yang telah menipu seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.