Oktober 9, 2026
suara tangis bayi-bayi, isakan anak-anak Gaza jauh lebih kuat dari suara bom Israel
Ilustrasi jeritan dan isak tangis anak-anak Palestina akibat kekejian Israel

Aku bertanya pada kalian wahai manusia.

Tentang gas air mata…,

Kalian tahu?

Pernah rasakan?

Pedihnya luar biasa bukan?

Lalu bagaimana dengan berton-ton bom yang di jatuhkan?!

Kerumah-rumah warga sipil Palestine

Ke sekolah-sekolah

Ke masjid-masjid

Ke gereja-gereja

Ke rumah sakit-rumah sakit

Bahkan ke kamp-kamp pengungsian.

Berton-ton bom yang dijatuhkan itu membunuh siapa dan apa saja.

Aku bertanya pada kalian wahai manusia….,

Apakah kalian, zionis Israel bukan manusia?!

Sehingga tak punya rasa kemanusiaan!

Apakah kalian bukan manusia?!!!

Sehingga tidak tahu bagaimana menderitanya,

Bahkan kematian, kehancuran akibat bom yang kalian jatuhkan.

Apakah kalian, zionis Israel bukan manusia?!

Sehingga tidak tahu sedihnya kehilangan keluarga?

Apakah kalian, zionis Israel bukan manusia?!

Sehingga tega membunuh bayi dan anak yang tiada salah dan dosa.

Apa salah bayi-bayi itu?!

Apa salah anak-anak itu?!

Apa salah perempuan-perempuan itu?!

Apa salah janin-janin yang masih dalam kandungan ibunya?!

Apa…..!!!!

Hai Zionis Israel!

Hai Netanyahu!

Hai Biden!!!

Mereka manusia sama seperti kalian,

Mereka lahir hidup dan tumbuh sebagai manusia seperti kalian,

Mereka punya hati, punya asa dan cita seperti kalian,

Tidakkah kalian terlalu kejam?!!!

Sehingga kalian meminum darah mereka?!

Kalian memakan daging-daging mereka!!!

Masihkah kalian manusia?!


Puisi di tulis oleh Sang Langit, di gubah dan terinspirasi dari tulisan jeritan keresahan dr. Eva Sridiana Chaniago terhadap kekejian Israel terhadap Gaza, terhadap Palestina.

Pembaca yang budiman juga bisa menggali informasi tentang tranding topik di Info Terkini dan juga informasi tentang Palestina.

Salam, Redaksi Semut Ibrahim


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca