Oktober 10, 2026
Warga sipil mencari korban selamat di tengah puing-puing bangunan yang hancur pasca pemboman israel di rafah, di jalur gaza selatan, (foto: Bashar Taleb)
Warga sipil mencari korban selamat di tengah puing-puing bangunan yang hancur pasca pemboman israel di rafah, di jalur gaza selatan, (foto: Bashar Taleb)

Semut Ibrahim | Gaza – Netanyahu (PM Israel) ditengah tekanan internasional dan politik dalam negeri serta ancaman penggulingan kursinya oleh Partai Likuid, alih-alih menyadari kesalahannya dalam semua penyerangan justru ia nekat bersumpah untuk melanjutkan perang sampai kemenangan ketika para pemimpin Barat menyerukan gencatan senjata.

Serangan zionis Isreal semakin membabi buta, di Tepi Barat, Minggu (17/12/2023) pasukan zionis Israel telah membunuh sembilan warga Palestina. Zionis Israel semakin membabibuta dengan mentargetkan serangan ke Gereja, kamp pengungsi dan rumah-rumah warga sipil lainnya. Hal ini menandakan IDf sudah kedodoran menghadapai kegigihan Pejuang Palestina.

Baca juga “Ribuan Tentara Israel Mati & Kritis di RS”

Korban

18.800 lebih orang terbunuh dan lebih dari 51.000 orang terluka di Jalur Gaza.

297 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.

Israel merevisi perkiraan jumlah korban tewas pada 7 Oktober turun dari 1.400 menjadi 1.147.

450 tentara Israel tewas sejak 7 Oktober, dan sedikitnya 1.682 orang terluka.

Angka ini dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Gaza pada sabtu 16 Desember. Karena terputusnya jaringan komunikasi di Jalur Gaza, Kementerian Kesehatan di Gaza belum mampu memperbarui jumlah korban secara rutin dan akurat sejak pertengahan November. Beberapa kelompok hak asasi manusia menyebutkan jumlah korban tewas mendekati 20.000.

Baca juga “Inilah Makna ‘Terowongan’ dan ‘Sandera’ di Gaza” dalam tajuk “KISAH TENTANG GAZA”

Perkembangan Terkini

Tank dan penembak jitu Israel mengepung Gereja Katolik Keluarga Kudus di Gaza utara, menembaki warga Palestina, membunuh ibu dan anak perempuan yang berlindung di dalamnya.

Pasukan Israel mengebom YMCA (asosiasi kemanusiaan Pemuda Kristen) di Gaza, yang menampung 300 pengungsi, melukai dan membunuh beberapa warga Palestina.

PM Israel Netanyahu bersumpah untuk melanjutkan “perang sampai menang, meskipun ada tekanan internasional,” dan bangga dalam mencegah terbentuknya negara Palestina.

Perempuan dan anak-anak Palestina merupakan 70 persen korban jiwa di Jalur Gaza, dan ribuan lainnya masih hilang di bawah reruntuhan.

Direktur UNRWA mengatakan pemboman Israel menciptakan kenyataan di lapangan “yang pada kenyataannya akan mendorong semakin banyak warga Palestina keluar dari Gaza.”

Kementerian Kesehatan PA mengatakan Israel membunuh 505 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki sejak Januari, 111 di antaranya adalah anak-anak.

Ia mengatakan tahanan perempuan dari Gaza yang ditahan di Penjara Damoun menghadapi hukuman harian, termasuk pemukulan dan menelanjangi, penelusuran Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan

Rudal drone Israel mengebom rumah Mahmoud Samer Jaber dan lingkungan Al-Manshiya di kamp pengungsi Nour Shams di Tulkarem.

Baca juga “Perang Bintang Itu Nyata Adanya”

IDF membunuh warga Palestina di dalam Gereja Katolik Gaza

IDF tak mampu menandingi kegigihan Pejuang Palestina, sehingga serangannya pun acak menargetkan rumah ibadah, sekolah, kamp pengungsian dan rumah warga sipil. (Foto Wafa.ps)

Pasukan Israel (IDF) membunuh dua warga sipil Palestina dengan peluru penembak jitu pada hari Sabtu di lingkungan Al-Zaytoun dan melukai tujuh lainnya ketika mereka berlindung di dalam gereja Keluarga Kudus di Gaza.

Tank-tank Israel mengepung paroki Katolik itu dan menembaki warga Palestina yang memasuki halamannya, Kantor Berita Wafa melaporkan: Tembakan Israel menewaskan Nahida Khalil Boulos Anton dan putrinya, Samar Kamal Anton, di dalam kompleks gereja, tempat 600 pengungsi, kebanyakan dari mereka beragama Kristen yang berlindung dari pemboman Israel tersebut.

Pasukan Israel mengusir warga Palestina dari paroki Keluarga Kudus pada hari Minggu, dan mereka mengebom Asosiasi Pemuda Kristen (YMCA) di Gaza, yang menampung 300 pengungsi, melukai dan membunuh beberapa warga Palestina.

Patriarkat Latin Yerusalem mengutuk serangan terhadap gereja Katolik, ia mengatakan “Nahida dan putrinya Samar ditembak dan dibunuh ketika mereka berjalan menuju Biara Suster,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Satu orang terbunuh ketika dia mencoba membawa yang lain ke tempat yang aman. Tujuh orang lagi ditembak dan terluka ketika mereka mencoba melindungi orang lain di dalam kompleks gereja.”

“Tidak ada peringatan yang diberikan, tidak ada pemberitahuan yang diberikan. Mereka ditembak dengan kejam di dalam lingkungan paroki, di mana tidak ada pihak yang berperang,” tambah pernyataan itu.

Patriarkat mengatakan bahwa sebuah rudal Israel merusak generator listrik dan tangki bahan bakar biara, tempat 54 penyandang disabilitas berlindung.

Sebelumnya, pada tanggal 19 Oktober, pasukan Israel mengebom Gereja Ortodoks Yunani di pusat Kota Gaza, yang menampung ratusan warga Palestina, dan menewaskan 18 orang. Serangan pengecut dan tidak masuk akal.

Pewarta : Mustafa Abu Sneineh

Editor : Bam’s


Sahabat Semut Ibrahim yang di muliakan Allah, beberapa sahabat kita di Gaza telah berkirim surat elektronik kepada redaksi Semut Ibrahim, menceritakan kondisi di Gaza khususnya dan tepi barat serta Palestine secara umum dan bersedia menjadi koresponden kita di Gaza.

Kita hendakya terus mendoakan perjuangan mereka dalam merebut kembali tanah-tanah milik Bangsa Palestina yang telah di rampas oleh pasukan pendudukan, Zionis Israel.

Adalah kewajiban kita sebagai manusia untuk tidak berhenti, tidak lelah membicarakan Palestine, terus mengabarkan kepada dunia kekejian Zionis dus AS dan PBB yang tidak berdaya.

Semoga Allah menolong kita semua, memuliakan kita semua. Aamiin….

Terimakasih kepada pembaca budiman yang telah menyebarkan berita/informasi tentang Palestine.

Salam, Redaksi Semut Ibrahim


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca