Oktober 9, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 15/06/2026

Korupsi di Indonesia sangat parah, macam – macam bentuk dan korporasi, pelakunya makin beragam, saling menopang dan melindungi  dalam formasi geng besar bersekutu dengan penegak hukum, hebatnya terkesan preside sudah tidak berdaya.

Masalah utamanya bukan hanya  koruptor merajalela, tetapi lemahnya sistem yang mencegah, mendeteksi, dan menghukum korupsi secara konsisten. Bahkan antar para pelaku saling mengunci, membenam kasusnya dengan melibatkan penegak hukum sebagai tamengnya.Korupsi terasa “sangat parah” bukan cuma karena jumlah kasusnya, tetapi karena skalanya besar, pelakunya lintas sektor, dan mengatasinya tanpa efek jera.

Kasus  korupsi di Indonesia bukan lagi sekadar isu administratif, tetapi sudah berubah menjadi krisis legitimasi politik, itu artinya sudah bergerak mendekat dan mengancam kekuasaan.

Banyak kasus pemerintah runtuh karena korupsi yang merajalela, terjadi di beberapa negara. Pemerintah Bulgaria runtuh setelah  diterjang gelombang demonstrasi antikorupsi besar pada Desember 2025. Di beberapa negara lainnya pemerintah digulingkan karena korupsi yang sangat parah adalah Georgia, Peru, Kongo/Zaire, semua pemerintah jatuh karena korupsi yang merajalela, lalu kekuasaannya berakhir dengan demo rakyat bahkan dengan kudeta.

Pada Kamis (07/05), pengadilan militer China menjatuhkan hukuman mati kepada Wei Fenghe dan Li Shangfu dengan masa penangguhan dua tahun.Penyelidikan menemukan ia “tidak memenuhi tanggung jawab politik” dan “mencari keuntungan pribadi bagi dirinya sendiri dan orang lain”.

Di Indonesia korupsi meluas akan menjadi amunisi kemarahan rakyat karena korupsi yang dianggap mengakar, kolusi elite, dan lemahnya penegakan hukum. Presiden terkesan tidak berdaya mengatasi korupsi yang sudah menggurita. Dampaknya rakyat  akan diminta presiden mundur atau dipaksa mundur setelah demonstrasi memuncak di berbagai kota.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “Korupsi Berubah Menjadi Krisis Legitimasi Politik,  Bergerak Mendekati Jatuhnya Rezim”

  1. Saya biasa mengirim tulisan ke redaksi Semut Ibrahim ,tapi akhir-akhir ini terputus, bagaimana caranya agar saya bisa mengirim tulisan saya lagi ?
    terima kasih
    wassalam wr wb
    Suherman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca