Oktober 10, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 16/06/2026

Oligark tahu, rakyat jajahannya mulai gelisah. Oligark paham, rakyat jajahannya tidak akan bisa melakukan apapun, tidak ada lagi yg bisa menghalangi dan yang tidak perlu takut kepada siapapun, karena semua aparat dan pejabat sudah mereka kuasai, dibeli dan bisa atur.

Oligark  tahu, ada suara marah riak lantang pengancam. Oligarki paham, mereka hanya  berani cuap – cuap dijalanan,  di baliho, dan media sosial. Tidak akan berani mengambil risiko politik, apalagi berani memutus mata rantai kekuasaannya.

Oligark tahu, suara mereka menantang. Oligark paham, mereka miskin logistik, hanya bisa berdoa, menyerah dan pasrah. Lanskap keberanian mereka sudah seperti kambing.

Oligark tahu, mereka menuntut rebut kembali kedaulatannya. Oligark paham, semua UU sudah dalam kuasa dan genggamannya, bahkan pembuat UU sudah dalam kendalinya.

Oligark tahu, mereka cuap cuap akan melakukan revolusi. Oligarki paham, mereka semua terperangkap, ketika pemimpin mereka sedang mencari peluang untuk bisa masuk kekuasaan bergaya heroik sebagai pejuang.

Oligark tahu, ada seruan moral dan intelektual berjuanglah seperti para Pendiri Bangsa.Oligarki paham, UUD 45 yang telah mereka paksa dirubah merasa juga tidak sadar selain hanya harus tunduk pada remotnya.

Oligark tahu, mereka mulai sadar NKRI akan tamat. Oligarki paham, rakyat sudah seperti kambing yang semangat harimaunya sudah dijinakkan sampai ke kutu-kutunya, karena bekerjanya obat tidur penjajahan.

Oligark tahu, diantara mereka akan mengobarkan perlawanan. Oligarki paham, Indonesia adalah bangsa yang tidak punya keinginan untuk membebaskan diri dari penindasan ibarat “a sheet of loose sand”. Bagaikan pasir yang meluruk dan rapuh. Tiada keteguhan, sehingga mudah ditiup ke mana-mana

Oligark  tahu, mereka meminta Presiden segera usir oligarki. Oligark paham, mereka tidak paham kalau bisa jadi Presiden atas sponsornya, tersisa harus menerima nasibnya sebagai boneka. Para menteri sebagai budak, partai dan DPR sudah menjadi pesuruhnya.

Apakah saya sedang mimpi buruk, serentetan anomali bukan hayalan tapi nampak nyata. Indonesia sudah dalam jajahan Oligarki. Penjaga kedaulatan masih limbung, linglung dan bingung sendiri.

Apakah bangsa ini akan tetap sebagai bangsa yang terus menjadi jajahan bangsa lain sebagai bangsa yang mimpi Indonesia emas yang terjadi sebagai besi rongsokan hanya laku di pasar loakan.

Apakah bangsa ini akan hancur lebur. Oligarki sangat tenang, senyap tidak berisik, tidak butuh sensasi di media, tetapi mengendalikan media. Mereka tetap tegar di singgasana, sembari menyaksikan rakyat bertarung dengan penguasa semua dalam remote dan kendalinya, kalian mau apa.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca