
Suharto Dimata Pemimpin Dunia
Mahatir Mohamad : “Krisis ekonomi 1998 memang dirancang untuk menjatuhkan Pak Harto. Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju.”
Sultan Hassanal Bolkiah : “Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu. Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat. Sangat disayangkan beliau dijatuhkan”
Lee Kuan Yew : “Pak Harto pemimpin luar biasa. Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam sejarah Indonesia …”
Pak Harto berkali-kali mengutarakan niat untuk mundur, namun beliau melihat ancaman luar biasa besar membahayakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR untuk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti.
Fitnah Majalah TIME
Majalah TIME, agen konspirasi global memfitnah Pak Harto dan keluarganya dengan tuduhan memiliki simpanan USD 30 Miliar ternyata tidak terbukti sama sekali.
Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Pak Harto, satu pun tidak menemukan rekening, SDB (Save Deposit Box), dan sejenisnya di perbankan asing.
“Silahkan cari kemana saja, jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati..” kata Pak Harto. Semua tuduhan itu fitnah.
Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (Partai Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) berkolusi dengan kelompok anti Soeharto. Penyebab utama Pak Harto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Pak Harto yang besar kepada umat Islam sejak 1986, pihak-pihak tertentu menjadi marah.
Negara Republik Indonesia yang merdeka 17 Agustus 1945, namun kemerdekaan umat Islam Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987, setelah Pak Harto berpaling ke Islam.
Sebagai manusia Pak Harto sudah pasti tidak sempurna, ada kelemahan, kesalahan, kekurangan, namun beliau tetap Pahlawan, jasanya luar biasa besar. Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan aksi pengkhianatannya, atau yang disebut G30S/PKI, PKI membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama dan tokoh-tokoh yang anti PKI di seluruh Indonesia.
Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dengan Pak Harto awal Oktober 1965. CIA belum pernah membukanya ke publik, Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuannya dengan CIA beberapa hari setelah G30S/PKI di Jakarta.
Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapu atau G-30S/PKK, TNI AD di pimpin Mayjen Soeharto berhasil menggagalkan makar PKI untuk mengendendalikan NKRI.
Faktor utama kegagalan G-30S/PKI, menurut CIA adalah ‘timing’ yang tidak tepat, Gestapu yang dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Oktober 1965 adalah kesalahan fatal.
Gerakan 30 September atau G-30S/PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta. Mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI.
Kesalahan fatal kedua PKI adalah meremehkan sosok Soeharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD, dulu Kostrad tidak prestisius. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan PKI sebagai pimpinan utama TNI AD. Under estimated terhadap Soeharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol. Soeharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.
CIA mengungkap sikap low profile Soeharto disebabkan oleh kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua Barat, di mana TNI kalah telak dari Belanda.
Fakta Sejarah Operasi TRIKORA
Fakta sejarah: Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dengan musuh (pasukan Belanda).
Fakta sejarah: Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua karena malaria, kelaparan, kedinginan dll, bukan karena bertempur.
Fakta sejarah: Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang bisa menuju ke Papua Barat dan tenggelam digempur Armada Belanda.
Fakta sejarah: 25 kapal perang RI dibeli dengan pola hutang dari Uni Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM, mangkrak di Makassar.
Kekalahan telak Operasi Trikora sangat memalukan Soekarno yang sudah terlanjur berjanji kepada rakyat akan membebaskan Papua Barat, Soeharto yang kena getahnya.
Karakter Soeharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral, tidak berbahaya oleh PKI. Di internal TNI pada saat itu, ada TNI faksi pro Soekarno seperti Jenderal Ahmad Yani, ada faksi pro Abdul Haris Nasution (anti PKI) dan TNI faksi pro PKI.
Dari Film G30S/PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, rakyat tahu bahwa sempat timbul pro kontra di Polit Biro PKI mengenai Jenderal Ahmad Yani. Keputusan PKI untuk menculik dan membunuh Jend. A. Yani yang Soekarnois didebat anggota Polit Biro PKI. Akhirnya bulat disepakati Jend. A. Yani masuk daftar korban.
Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI untuk menghabisi Jend. A. Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Soekarno meninggal dunia. Mayjen Soeharto adalah staf Jend. A. Yani, Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI, inilah kesalahan fatal G-30S/PKI.
Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dalam menyusun daftar korban. PKI tidak memperhitungkan kemampuan militer Soeharto.
Secara politik, benar Mayjen Soeharto sudah tamat karena memalukan Soekarno, secara militer juga tamat karena hanya jadi Panglima Pasukan Cadangan.
Dari perspektif faksi militer, Soeharto tidak masuk faksi mana pun. Soeharto hanya dianggap bayang-bayang Jend. A. Yani, Gestapu pun dilancarkan oleh PKI.
Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Soeharto lakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yang berujung kepada penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA.
Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro Soekarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Soeharto dan Jend. Nasution yang terluka.
Mengapa Soeharto bisa mobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar..?
1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965.
2. Soeharto adalah ex Panglima Trikora, satu-satunya Jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar luput dari analisa PKI. Soeharto selaku eks Panglima Operasi Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI. Soeharto ex Panglima Operasi Trikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI. PKI pun diskak mat, TNI membalas aksi PKI.
“Bagi Soeharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang lawan pasukan Belanda. Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda” ~ CIA.
Laporan CIA tentang G30S/PKI dan operasi penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat.
Jika bukan Mayjen Soeharto yang tersisa dan mengambilalih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti berubah, RI SUDAH JADI NEGARA KOMUNIS. Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada Mayjen Suoeharto ketika Gestapu PKI terjadi.
Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, komunis Rusia melakukan pembersihan, puluhan juta rakyat anti komunis dibunuh.
Komunis China selama revolusi kebudayaan membunuh puluhan juta rakyatnya sendiri.
Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dan lain-lain. Komunis membunuh jutaan rakyat mereka sendiri yang anti Komunis. Komunis di seluruh dunia sama. Sesama komunis bersaudara. Komunis tidak mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern.
Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis. Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat.
Kembali ke laporan CIA, laporan tersebut membuktikan Soeharto tidak seperti tudingan sekolompok orang. Disebutkan bahwa setelah Soeharto berhasil memegang kendali TNI dan memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan namun semua ditolak oleh Soeharto.
Soeharto hanya mau berunding dengan CIA-AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS, jika tidak maka tidak ada perundingan.
Apa syarat yang diajukan Mayjen Soeharto kepada CIA-AS..?
Bukan senjata bukan pula uang suap, dan juga bukan info intelijen,
Apa yang di minta Soeharto?
SOEHARTO MINTA BERAS
Oktober 1965 Rakyat Indonesia kelaparan, inflasi 650% (standar normal < 10%), defisit 175% (standar normal < 2,5%), bahan pokok langka, RI dalam bencana kelaparan. Terbukti Soeharto memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan meminta AS kirim beras ke RI, Rakyat RI utang nyawa pada Soeharto.
CIA awalnya menolak permintaan Soeharto, AS bisa bantu kirim senjata dll, tapi tidak bisa mengirim beras. Apalagi sebanyak 400.000 ton, AS tidak bisa.
CIA membujuk Soeharto akan membantu apa saja selain beras, anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS. Proses persetujuannya rumit, namun Soeharto tetap pada sikapnya, AS kirim beras ke RI secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke Lyndon B Johnson.
Gara-gara permintaan aneh dari Soeharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya, mati-matian ia melobi senator dan anggota kongres.
Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan Mayjen Soeharto..?
Karena keberhasilan Soeharto menggagalkan PKI berkuasa telah meringankan beban berat AS. Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya. Banyak negara di dunia telah dicengkeram Komunis, di Asia Tenggara hampir semua jatuh ke tangan Komunis.
Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/Komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakan anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena Komunis.
Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara dipatahkan Soeharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah dimana-mana. AS lega, Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis. Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh.
Teori Domino: jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yang dikuasai komunis maka Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga, akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis. Sungguh mengerikan..!!
RI GAGAL DIKUASAI PKI
Pemerintah AS sangat berterimakasih atas jasa besar Soeharto menggagalkan komunis menguasai RI, Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dst.
Salah satu bentuk terima kasih AS adalah dengan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua Barat diserahkan kepada RI.
Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI. Tidak ada kekuatan asing yang berani mengusik Papua sebagai bagian integral NKRI.
AS membantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI, juga laporan intelijen dari CIA yang memuat daftar nama-nama kader PKI.
Karena kemiskinan/kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme, Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.
Fakta-fakta sejarah itu sekarang diputarbalikkan oleh kader-kader dan simpatisan PKI, dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Soeharto dan TNI.
Sebagai peringatan, pembelajaran dan untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, saya merasa perlu untuk memutar kembali Film G30S/PKI, sebagaimana yang pernah di galakkan oleh panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (SL01/SIM-Red)
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.