Oktober 9, 2026
Yos Suprapto, pelukis kawakan asal Yogyakarta

Semut Ibrahim | Jakarta – Publik diriuhkan dengan pembredellan lukisan karya Yos Suprapto, Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI angkat bicara perihal pembatalan pameran lukisan Yos Suprapto dengan tema “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan”, tema ini dianggap kurator tidak tepat.

Kepada awak media di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat malam, 20 Desember 2024, Fadli mengatakan, beberapa lukisan Yos bermuatan unsur politik. Yang menurut Suwarno Wisetrotomo, sang kurator itu tidak sesuai tema. “Bahkan mungkin makian terhadap seseorang,” katanya.

Fadli menuding lukisan karya seniman senior asal Yogyakarta itu bergambar sosok telanjang. “Kemudian ada yang telanjang. Sedang bersetubuh. Itu tidak pantas,” kata Fadli, menjelaskan sebagian nuansa dari sebagian isi lukisan Yos Suprapto.

Pantas saja di Beredel..!!

Berbeda dengan Fadli, Nazlira al-Habsy (Kak Naz-red) justru lebih peka dan bisa menangkap pesan-pesan yang disampaikan oleh Yos melalui lukisan-lukisannya.

Melalui akun X-nya, Kak Naz mengatakan, Setelah lama mengamati lukisan ini, sepertinya ada pesan tersembunyi yang disampaikan sebagai berikut:

1. Sosok pemakai Mahkota Amangkurat jelas dimaksudkan sebagai si Penipu yang mengaku Raja Jawa.

2. Penjilat pantat menggambarkan kaum 58 yang menjadi penjilat Sang Penipu.

3. Sisi kanan kiri para penjilat adalah rakyat yang berteriak karena menjadi obyek penderita.

4. Sosok remaja yang digambarkan memakan Belimbing jelas di kode-kan sebagai si “Belimbing Sayur”, si Fufufafa.

5. Dalam wadah buah juga disisipkan kode “Pisang” dan terdapat bentuk kotak yang diilustrasikan sebagai “Martabak”, ada botol dan gelas Wine sebagai simbol glamour dan kehidupan foya-foya.

6. Istana IKN dan Mata Satu diatasnya ditujukan sebagai wujud Istana Da’jal Sang Penipu.

7. Kedua sosok yang di-ilustrasikan telanjang menunjukan bahwa keduanya telah begitu telanjang (vulgar) menunjukkan kebejatan dan aib dirinya kepada semua orang (tidak sembunyi-sembunyi lagi).

8. Disisi kiri bawah dan kanan atas dua sosok telanjang nampak sekumpulan Tikus yang menyerupai Babi sebagai simbol Koruptor yang berada di sekeliling si Penipu dan si Belimbing.

9. Warna yang mengelilingi istana da’jal ada warna Merah, Kuning, Biru dan Hijau yang mencirikan warna partai politik pendukung Sang Da’jal.

Jadi kurang tepat dengan apa yang dikatakan Fadli Zon bahwa lukisan-lukisan tersebut bertendensi Sara, padahal sebenarnya hanya karena menyinggung kelakuan dua orang “Sarap” yang tidak tahu malu karena nekat ikut Pemilu bermodalkan Ijazah Palsu.

Editor: Bams


Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca