Oktober 10, 2026
Presiden Jokowi blusukan di sawah

Mengapa Jokowi Gak Berani Reshuffle Mahfud dari Kabinet Indonesia Maju?

Semut Ibrahim | Damai Hari Lubis, Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212 – Apapun serangan Mahfud MD. Kepada Jokowi, justru keharusan, jika memang fakta. Karena Jokowi terbukti cawe-cawe kepada Partai PSI agar dapat penuhi gedung di Senayan, dan cawe-cawe  kepada kemenangan Cawapres Gibran Rakabumi Raka dan Capres Prabowo Subianto nomor urut 02, yang jelas merupakan rival Mahfud MD. yang menjadi Cawapres dari Capres Ganjar, dengan nomor urut 03.

Maka, kepada Yursil Ihza Mahendra dan kawan-kawan dari kubu 02, yang bingung, yang menyayangkan dan menanyakan kenapa Mahfud menyerang kebijakan Jokowi saat debat ke-4 Pilpres pada 21 Januari 2024. Khususnya tohokan Mahfud kepada Jokowi dalam bidang pangan yang lebih banyak impor serta banyaknya mafia pertambangan yang sulit diberantas karena ada yang membekingi, tentunya Yusril dan kawan-kawannya tidak perlu bingung-bingung amat dan jangan berharap Mahfud sebaiknya mundur dari kabinet.

Bisa jadi timbul pertanyaan, apakah Yusril ada udang dibalik batu, jika Mahfud mundur meninggalkan kursi jabatan Menkopolhukam? 

Kalau memang merasa Mahfud keliru atau salah atau tidak bijak dan merugikan Jokowi, justru yang membingungkan adalah attitude jiwa leadership Jokowi. Kenapa dia gunakan pola cawe-cawe yang  transparan untuk 02 di hadapan publik, lalu kenapa tidak berinisiatif gunakan hak prerogatif-nya mencopot Mahfud MD?

Justru pertanyaan publik, kenapa Yusril tidak mendesak Jokowi untuk menggunakan hak prerogatif yang Ia miliki?

Ada pun munculnya pernyataan dan pertanyaan Mahfud MD yang berani menyerang secara tegas beberapa Kebijakan Jokowi yang Ia nyatakan gagal, menurut publik tidak apriori, semuanya hal yang faktual.

Justru, Jokowi yang tidak berani memberhentikan Mahfud sebagai Menkopolhukam menimbulkan pertanyaan dari publik bangsa ini, apakah karena kartu “jeblok” Jokowi banyak dikantongi sebagai kunci atau sebagai kartu as pegangan Mahfud MD yang bersinggungan dengan sisi buruk dari beberapa diskresi-diskresi politik dan hukum, tentunya hal ini tidak mustahil jika memang ada, karena jabatan Mahfud adalah koordinator di bidang politik, hukum dan kemanan ataukah lebih dalam lagi, termasuk menyentuh biografi atau latar belakang Jokowi, yang salah satunya mungkin terkait keaslian ijasah S.1 Jokowi atau asal usul keturunan Jokowi yang banyak menjadi gunjingan publik di berbagai media massa, sejak pra dan  pasca capres pada tahun 2014 hingga terus sampai dengan saat ini.

Maka, ketidakberanian Jokowi mencopot Mahfud MD dari jabatan Menkopolhukam, apakah melahirkan bumerang politik? Hanya mereka berdua yang tahu sabab musababnya, publik hanya bisa memprediksi.

Sehingga kesimpulannya nggak ada yang keliru, seandainya pun Jokowi merasa terganggu yah, nggak usah ada pihal-pihak berharap Mahfud yang berinisiatif mundur dari jabatan Menkopolhukam, karena Jokowi sudah pengalaman mereshuffle menteri di kabinetnya.

Oleh : Damai Hari Lubis, Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212.

Koresponden : Simon Siregar

Editor : Bams


Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

2 thoughts on “Kartu Truf Jokowi di Tangan Mahfud, Betulkah?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca