
Lieratur Yudaisme
Menurut literatur Yudaisme, bangsa Yahudi yang diusir Heraclius tahun 630 M kembali memasuki Yerusalem atas izin Khalifah Umar dan membantu menemukan lokasi Mi’raj Rasulullah SAW serta ikut membangun Qubbah As-Shakhrah.
Pada tahun 630 M, akibat persekongkolan umat Yahudi dengan Sassanid, Heraclius memberi mereka pilihan antara pindah agama atau diusir sejauh 3 mil dari Yerusalem.
Kebanyakan mereka memilih menyingkir lalu bergabung bersama Mujahidin muslim dan berharap bisa kembali ke Eretz Yisrael lewat bangsa Arab. Dalam Docrina Jacobi dan Patmutyun Sebeos, orang Yahudi selalu menyertai umat Islam dalam setiap peperangan.
Sebuah manuskrip Genizah Kairo bahkan menjelaskan jika legiun Yahudi rela meninggalkan kewajiban Sabat demi membantu bala tentara muslim.
Penaklukan Yerusalem
Saat Khalifah Umar mengunjungi Damaskus pasca penaklukannya, seorang rabi Yahudi menyongsong beliau dan menyanjung Khalifah dengan gelar messianik “Faruq” yang dalam bahasa Aram artinya Juruselamat (ܦ݁ܳܪܽܘܩܳܐ: Paruqā).
Dia memohon kepada Khalifah agar secepatnya mengambil alih Baitul Maqdis dari Bizantium. Khalifah kemudian mengirimkan pasukan untuk mengepung Yerusalem di bawah komando Amr bin Ash dan Abu Ubaidah bin Jarrah tahun 637 M.
Setelah beberapa lama dikepung, Patriakh Sophronius selaku pemimpin kota bersedia menyerahkan Yerusalem asalkan Umar sendiri yang datang menerimanya.
Adat Harabbanim, surat berhuruf Judeo-Arabic di Genizah Kairo menjelaskan bagaimana Amirul Mu’minin mencari Batu Fondasi Semesta (אבן השתיה: Even Hashetiyah) yang oleh umat Islam disebut batu tempat Rasulullah SAW Mi’raj di Bukit Kuil (הר הבית: Har Habait).
Setelah ditunjukkan oleh seorang rabi mualaf yang dalam Islam dikenal sebagai Ka’bul Ahbar, Khalifah Umar melindunginya dengan kubah berlapis emas. Kini lokasi tersebut dikenal sebagai Dome of The Rock (قبة الصخرة: Qubbah As-Shakhrah).
Kemurahan Khalifah Umar ra.
Menurut Sebeos, tempat tersebut menjadi rumah ibadah bersama baik Muslim maupun Yahudi. Orang Yahudi berencana mendirikan Bait Suci ketiga di situ, tetapi urung dilakukan sebab kaum muslimin melarangnya.
Sebagai gantinya, Khalifah mengizinkan Bangsa Yahudi menetap di Yerusalem dan membatalkan perjanjian dengan Patriakh Sophronius perihal larangan tinggal bagi komunitas Yahudi.
Patriakh yang memaklumi sikap demikian meminta Umar membatasi jumlah pemukim Yahudi di Yerusalem hanya 50 orang, sedangkan komunitas Yahudi bersikeras ingin 200 keluarga dari Tiberias pindah ke sana.
Khalifah memutuskan untuk membolehkan 70 keluarga saja tinggal di Yerusalem, di dekat pasar tak jauh dari bukit kuil dan gerbangnya. Di situ ada Mata Air Shiloah, tempat mereka melakukan ritual pencelupan (מקוה: Mikveh).
Dalam Iggeret Sherira Gaon, Khalifah Umar juga berkunjung ke Yeshiva Pumbedita di Irak dan menempatkan Rabi Bustanai, seorang keturunan Daud menjadi pemimpin Yahudi Exilarch dan kepala para rabi Gaonim.
Di masa Khalifah Umar pula orang Yahudi dapat tinggal di Alexandria setelah dahulu dideportasi Patriakh Alexandria, Cyril. Beliau juga memindahkan sebagian besar Yahudi Khaibar dari Madinah ke Mesopotamia atas wasiat Rasulullah SAW.
Atas semua kemurahan hati inilah bangsa Yahudi sangat mengenang Khalifah Umar bin Khattab, bahkan beberapa orang Yahudi menggunakan nama Umar atau Omar untuk mengingat kebaikan sang Khalifah.
Bagi mereka, kemenangan kekhalifahan Islam (מדינת ישמעאלים: Medinat Yishmaelim) atas Bizantium yang dijuluki kerajaan Edom (ממלכת האדומים: Mamlakhat Haedomim) merupakan berkat dari Hashem.
Penulis: Alma Afga
Referensi:
- Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir. 2011. Tarikh Umam Wa Ar-Rusul. Vol. III. Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.
- Gaon, Rabi Sherira ben Hananiah. 1921. Iggeret Sherira Gaon. Haifa: Hacheverah L’Shefirot Hayahadut.
- Hammer, Reuven. 1995. The Jerusalem Anthology: A Literary Guide. Philadelphia: The Jewish Publication Society.
- Hoyland, Robert G. 1997. Seeing Islam as other Saw it: a survey and evaluation of Christian, Jewish, and Zoroastrian writing on early Islam. New Jersey: The Darwin Press.
Baca juga “NAKBA Juga Terjadi di Tepi Barat”
“MENELISIK JEJAK DARAH BRIGADE MANGUNI” bisa di baca disini
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
2 thoughts on “Penaklukan Yerusalem dan Kemurahan Umar”