Oktober 9, 2026
Ilustrasi kartun dari 3 periode

semutibrahim.com – Rungkad – Tepat di 17 Agustus 2023, bukannya kabar baik yang kita dengar, kita malah mendapat berita tentang rencana penundaan pemilu lewat perubahan/amandemen UUD. Dengan ini otomatis Jokowi berpotensi 3 periode. Ini benar-benar rungkad-(red)

Sejatinya, amandemen alias perubahan UUD 1945 sudah dilakukan 4 kali dalam rentang 1999-2002. Sejak itu pula, berdasar catatan Kemenkopolhukam, amandemen yang sudah diketok acap diselewengkan. Pada 2009, wacana perubahan kembali digulirkan. Ide ini digelindingkan lagi ketika meluasnya Covid-19 pada 2021 hingga 2022 kemarin. Masalahnya, ide ini selalu diiringi manuver agar masa jabatan Jokowi sebagai Presiden diperpanjang.

Tahun ini, gagasan amandemen lagi-lagi datang. Ketua DPD La Nyalla Mattalitti berujar, legislatif daerah yang ia pimpin mendukung penuh ide tersebut. Dukungan itu bahkan sudah menjadi keputusan Sidang Paripurna DPD pada 14 Juli 2023 lalu.

Dalam pertemuannya dengan Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI, beberapa waktu lalu, La Nyalla juga mengusulkan supaya MPR diposisikan lagi menjadi lembaga tertinggi negara. Gayung bersambut. Bamsoet, yang selama 3 tahun terakhir menyokong pula ide itu, menyampaikannya kepada Jokowi pada 9 Agustus kemarin di Istana. Jokowi tampak sumringah ketika berjalan mengiringi Bamsoet keluar usai pertemuan.

Taraaaa…, Benar saja, senyum Jokowi dibalas Bamsoet dan kolega dengan mengumumkan bahwa pemerintah berencana mengamandemen UUD 1945 dikala berpidato di Sidang Tahunan MPR, 16 Agustus 2023 lalu.

Isi amandemen, antara lain, memasukkan pasal penundaan pemilu saat kondisi darurat, dan menjadikan MPR mengambil alih kewenangan memilih presiden. Jika benar-benar disahkan, artinya demokrasi kita kembali lagi ke masa Orba.

Menurut Titi Anggraini, Dewan Pembina Perludem, ide amandemen dapat mengafirmasi dugaan publik selama ini bahwa upaya sengaja menunda pemilu dari kelompok tertentu memang benar adanya. “Belum mendesak,” ujar Titi menanggapi ide itu.

Di samping itu, ketidakpercayaan publik terhadap kualitas pemilu dan demokrasi malah akan makin-makin seturut dengan rencana amandemen tersebut. Feri Amsari sepemikiran dengan Titi. Direktur Pusako itu mengatakan, konsolidasi politik demi mengakali kepentingan sekelompok partisan jelang Pemilu 2024 makin telanjang dengan adanya usulan amandemen.


Judul oleh Semut Ibrahim, artikel kolom oleh Palung Mariana

Baca juga Opini yang lugas tajam dan tetap berintegritas di sini


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca