Oktober 9, 2026
#Puisi_SangLangit

Dini hari, hampir pagi,

Kau ketuk pintuku keras-keras

Terbangun aku,

Lalu kita diskusi tentang demokrasi yang mati

Sampai pagi.

Aaahh! Aku tak lagi punya topik diskusi,

Kecuali mengasah belati. Dan..,

Menusukmu di ulu hati, mati.

Ya.., aku membunuhmu,

Dan pergi ke ruang hampa,

Tanpa apa dan siapa.

Gelap Pekat

Bukan hitam,

Ia adalah ketiadaan cahaya,

Bukan warna.

Dalam gelap,

Pelacur tidur singgasana,

Birahinya mendengkur membahana,

Liurnya menjelma jadi ribuan kata; Fitnah dan dusta!!

Lenguh birahinya mengudara,

Bersahut-sambut di frekuensi tanpa cahaya.

Tuduh!

Hujat!

Cela!

Deru derap Iblis berjingkat

Memelukmu nikmat


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “Indonesia Menjelang Pagi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca