
Dini hari, hampir pagi,
Kau ketuk pintuku keras-keras
Terbangun aku,
Lalu kita diskusi tentang demokrasi yang mati
Sampai pagi.
Aaahh! Aku tak lagi punya topik diskusi,
Kecuali mengasah belati. Dan..,
Menusukmu di ulu hati, mati.
Ya.., aku membunuhmu,
Dan pergi ke ruang hampa,
Tanpa apa dan siapa.
Gelap Pekat
Bukan hitam,
Ia adalah ketiadaan cahaya,
Bukan warna.
Dalam gelap,
Pelacur tidur singgasana,
Birahinya mendengkur membahana,
Liurnya menjelma jadi ribuan kata; Fitnah dan dusta!!
Lenguh birahinya mengudara,
Bersahut-sambut di frekuensi tanpa cahaya.
Tuduh!
Hujat!
Cela!
Deru derap Iblis berjingkat
Memelukmu nikmat
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Dalem bet nih