
Gelap merambati remang.
Kutimba asa penuhi bejana.
Ku buat perapian dari pahatan dan patahan waktuku.
Lalu…,
Do’a dan zikir mengalir
Di ujung malam hampir lingsir
Berbuih bejana mendidih
Gelegak do’a, zikir tumpang tindih
Melangit hening
Jatuh semakin tinggi
Lalu mengembun, berderai
Dalam gema zikir.
Allah
Allah
Allah
Ugh!!
Aku belum apa-apa
Bahkan lupa do’a yang membulir tadi apa
Ritmik zikir menggemakan apa
Ugh!!!
Aku lupa segala
Yang ku ingat hanya KAU pemilik jiwa
Hanya KAU pemilik cinta
Allah
Allah
Allah
Selatan Jakarta; 12-02-2022 hampir pagi
Puisi Sang Langit
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
ini syairnya seorang sufi
Subhanallah
Allahu Akbar
Walillahilhamdu