Oktober 9, 2026
Pucuk Pangrango di suatu pagi

Gelap merambati remang.
Kutimba asa penuhi bejana.
Ku buat perapian dari pahatan dan patahan waktuku.
Lalu…,
Do’a dan zikir mengalir
Di ujung malam hampir lingsir

Berbuih bejana mendidih
Gelegak do’a, zikir tumpang tindih
Melangit hening
Jatuh semakin tinggi
Lalu mengembun, berderai
Dalam gema zikir.
Allah
Allah
Allah

Ugh!!
Aku belum apa-apa
Bahkan lupa do’a yang membulir tadi apa
Ritmik zikir menggemakan apa

Ugh!!!
Aku lupa segala
Yang ku ingat hanya KAU pemilik jiwa
Hanya KAU pemilik cinta
Allah
Allah
Allah

Selatan Jakarta; 12-02-2022 hampir pagi

Puisi Sang Langit


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

2 thoughts on “Do’a, Lupa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca