
Mengutip pesan Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani tentang toleransi;
Jikalau engkau tinggal di perumahan berdamailah dengan bisingnya teriakan tukang sayur dan tukang bubur. Kalau tinggal di pinggir jalan berdamailah dengan bisingnya knalpot dan klakson kendaraan. Kalau tinggal di hutan berdamailah dengan suara jangkrik dimalam hari, suara burung dipagi hari dan suara-suara hewan buas bersahut-sahutan setiap saat. Kalau tinggal dekat Musholla berdamailah dengan bising suara speaker. Kalau tinggal dekat Vihara nikmati saja aroma dupa. Kalau tinggal dekat Gereja nikmatilah dentangan suara lonceng Gereja. Kalau tinggal di pulau Bali nikmatilah suasana Nyepi yang begitu sakral.
Tak perlu menghujat dan minta agar menghentikan kebisingan itu. Tak perlu harus pamer foto profil ataupun berkoar-koar: SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA, SAYA BHINNEKA TUNGGAL IKA, SAYA NKRI untuk menunjukkan bahwa engkau paling TOLERANSI.
Langit tak pernah sombong walau ia paling tinggi. Palung laut pun tak pernah congkak meski ia sangat dalam. Nikmatilah hidup dan jadikan kebisingan-kebisingan itu sebagai lantunan irama yang harmoni. Karena anda hidup tidak sendirian. Bersabar saja, akan tiba saatnya kesendirian itu milikmu seutuhnya dalam liang lahatmu, teman bicaramu hanya amal perbuatannya semasa hidup.
Jika hari ini mereka minta volume Adzan di kecilkan. Besok mereka minta alatnya di matikan. Lusa mereka akan minta bangunan masjidnya diratakan. Lusa kemudiannya, Islam hanya berada di sudut-sudut ruang hampa bahkan tinggal kenangan.
Boleh jadi detik ini kita tidak merasakannya, mereka tahu dan pintar bahwa bukan kita yang saat ini di bidik. Tetapi anak cucu kita kelak yang tidakkan merasakan bebasnya beribadah. Ingat Sejarah Hilangnya Suara Adzan di Singapore?!
Singapore dahulu adalah bagian dari Tanah Melayu milik Pribumi Muslim Malaysia. Dimana dulu Suara Adzan Terdengar sampai ke ujung-ujung jalan, menggema sampai ke sudut-sudut kampong. Detik ini kalau anda berada di Singapore dan ingin mendengar Suara Adzan maka anda hanya bermimpi.
Ketika kita menolak aturan ini. Sesungguhnya kita menolak bukan cuma karena kewajiban Agama, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, namun lebih dari itu. Bagaimana kelak agar anak cucu kita tidak bernasib sama dengan saudara muslimnya di Singapore.
Tahukah kita apa Suara Adzan itu? Itu Lafal ALLAH. “Islam, ALLAH jamin tidak akan hilang dari muka bumi, namun Islam tak ada jaminan tetap ada di Indonesia”.
Semoga Allah menjaga kita semua, menjaga Indonesia Raya. Salam.

Penutur: Kimberley
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.