Oktober 10, 2026

DEMOKRASI?
DIA TERKOYAK DAN MATI

Ilustrasi gambar oleh AI

Di tengah hasrat kompetisi
Demokrasi terhuyung, terkoyak sunyi
Kini layu terseret arus kuasa yang buta
Suara rakyat, gema yang memudar, 
Terkubur dalam pusara kemunafikan
Di panggung megah topeng-topeng berjatuhan
Dalam cengkraman jemari boneka
Remuk hati nurani dalam jeruji sandra

Pemimpin berbisik dengan lidah bercabang
Giring kebebasan dalam belenggu dinasti
Daulat demokrasi tinggal pigura rapuh
Merintih dalam penjara serakah

Di jalan-jalan sepi protes menjadi angin
Terdengar jauh dan tak pernah sampai, 
Demokrasi seperti api yang kian redup, 
Disirami keserakahan dan pengkhianatan pekat
Mati sudah harapan rakyat
Dibunuh hati yang kini beku
Nurani yang terbelenggu
Demokrasi?
Kini dia sudah terkoyak dan mati

Sajak ini ditulis oleh Kakek Parewa


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “DEMOKRASI, TERKOYAK DAN MATI”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca