DEMOKRASI?
DIA TERKOYAK DAN MATI

Di tengah hasrat kompetisi
Demokrasi terhuyung, terkoyak sunyi
Kini layu terseret arus kuasa yang buta
Suara rakyat, gema yang memudar,
Terkubur dalam pusara kemunafikan
Di panggung megah topeng-topeng berjatuhan
Dalam cengkraman jemari boneka
Remuk hati nurani dalam jeruji sandra
Pemimpin berbisik dengan lidah bercabang
Giring kebebasan dalam belenggu dinasti
Daulat demokrasi tinggal pigura rapuh
Merintih dalam penjara serakah
Di jalan-jalan sepi protes menjadi angin
Terdengar jauh dan tak pernah sampai,
Demokrasi seperti api yang kian redup,
Disirami keserakahan dan pengkhianatan pekat
Mati sudah harapan rakyat
Dibunuh hati yang kini beku
Nurani yang terbelenggu
Demokrasi?
Kini dia sudah terkoyak dan mati
Sajak ini ditulis oleh Kakek Parewa
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Masyaallah tabarakkallah,
Sangat bermanfaat dan sarat pesan kecerdasan serta nasehat.