Oktober 10, 2026
Pejuang HAMAS menangkap tentara Zionis Israel setelah marcava berhasil diledakkaan

Semut Ibrahim | Kolom Palestine – Berbeda dengan tentara Zionis Israel yang bisa dengan mudahnya menghambur-hamburkan amunisi senjatanya. Para pejuang Palestina yang tergabung dalam Brigade Izzuddin Al Qassam-nya Hamas, Brigade Saraya Al Quds-nya PIJ, dan Brigade Syahidin Fil Quds-nya Fatah (terkait sayap militer kelompok pembebasan Palestina dibahas pada kesempatan lain), menerapkan strategi zero meter atau jarak sangat dekat atau akurat. Sehingga penggunaan amunisi sangat efektif dan tentunya diperlukan skill individu yang sangat mumpuni.

Apa sebab?

Pertama

Pertama dan utama, tentunya terkait dengan larangan pemubadziran. Bagaimana pun, pemubadziran adalah larangan dari Allah yang sudah ditetapkan.

Kedua

Kedua adalah terkait dengan efisiensi. Amunisi yang dimiliki oleh para pejuang itu ‘terbatas’ dan diperoleh dengan cara yang sulit. Palestina adalah negara yang tidak memiliki angkatan bersenjata karena tidak diperbolehkan. Sehingga tidak bisa membeli alutsista (alat utama sistem senjata) secara resmi. Butir per butir amunisi itu adalah amanah dari saudara Muslim lainnya yang bahu-membahu mengadakannya. Bayangkan saja, bantuan sosial kemanusiaan saja begitu sulit masuk perbatasan Rafah dan Gaza. Apalah lagi bantuan dalam bentuk lainnya.

Ditambah lagi, negara dan atau pihak lain tidak bisa mengirimkan alutsista dengan ‘legal’. Setiap butir peluru adalah amanah yang dipertanggungjawabkan. Maka sedari ‘latihan’, para pejuang Palestina dipaksa sedemikian rupa untuk akurat, terarah, terukur.

Tak heran jika skill dan mentalitas pejuang Palestina begitu istimewa. Mereka tak digaji bulanan sebagaimana ‘militer’ konvensional. Mereka betul-betul mengabdi pada Allah dan ibu pertiwi mereka: Palestina.

Itulah kenapa seringkali Panglima Abu Ubaidah acapkali menyampaikan bahwa tujuan mereka merekam dan mengupload strategi Zero Meter ini adalah untuk ‘pelaporan’ kepada mereka yang telah mewakafkan hartanya untuk menyediakan peralatan perang. Selain itu juga adalah untuk pembelajaran. Walau memang pembelajaran yang cukup sulit untuk ditiru sepertinya. Karena beda ‘mentalitas’. Karena bagaimana pun, Zero Meter Strategy ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang ketika berperang memiliki tujuan yang ‘bukan’ saja tentang kemenangan. Melainkan juga kemuliaan di akhir kehidupan.

Ditulis oleh : Azzam Mujahid Izzulhaq, CEO sekaligus Pendiri AMI Group dan AMI Foundation


Pembaca dapat juga menggali informasi tentang sejarah dan akar krisis Palestina di : “Sejarah Bait Al-Maqdis #1” dan “Sejarah Bait Al-Maqdis #2: Akar Krisis Palestina”

Baca juga “Babak Akhir Resolusi Khartoum”


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1 thought on “ZERO METER STRATEGY, Zionis pun Kedodoran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca