Oktober 10, 2026

Tubuhku,
seperti malam yang kehabisan mimpi,
mulai tanggal satu per satu dari daging waktu.
Kepalaku pecah jadi langit
dan langit menyerapku kembali
seperti doa yang tak tahu dikabulkan atau tidak

Aku berdiri
di antara debu dan kilau senja,
ketika gravitasi lupa padaku
realita hidup meledakkan tubuhku dengan harap yang patah
Siapa yang mencuri namaku lalu menaburnya ke angkasa
seperti abjad yang putus sekolah?Aku tak lagi manusia,
hanya serpihan yang melayang
mencari bentuk,
mencari alasan,
mencari kenapa pagi masih bersikeras datang
padahal aku sudah tak “bermimpi”
dan tak lagi manusia
yang mencoba menguap,
namun gagal menjadi pelangi

Aku tak lagi manusia,
hanya serpihan yang melayang
mencari bentuk,
mencari alasan,
mencari kenapa pagi masih bersikeras datang
padahal aku sudah tak “bermimpi”
dan tak lagi manusia
yang mencoba menguap,
namun gagal menjadi pelangi

Sajak Gyo Madaskar


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca