
Tubuhku,
seperti malam yang kehabisan mimpi,
mulai tanggal satu per satu dari daging waktu.
Kepalaku pecah jadi langit
dan langit menyerapku kembali
seperti doa yang tak tahu dikabulkan atau tidak
Aku berdiri
di antara debu dan kilau senja,
ketika gravitasi lupa padaku
realita hidup meledakkan tubuhku dengan harap yang patah
Siapa yang mencuri namaku lalu menaburnya ke angkasa
seperti abjad yang putus sekolah?Aku tak lagi manusia,
hanya serpihan yang melayang
mencari bentuk,
mencari alasan,
mencari kenapa pagi masih bersikeras datang
padahal aku sudah tak “bermimpi”
dan tak lagi manusia
yang mencoba menguap,
namun gagal menjadi pelangi
Aku tak lagi manusia,
hanya serpihan yang melayang
mencari bentuk,
mencari alasan,
mencari kenapa pagi masih bersikeras datang
padahal aku sudah tak “bermimpi”
dan tak lagi manusia
yang mencoba menguap,
namun gagal menjadi pelangi
Sajak Gyo Madaskar
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.