Oktober 9, 2026
Gibran – tangkapan layar surat terbuka Prof. Denny Indrayana

Himbauan Literasi Rakyat

Saya meyakini, apabila putusan MK dipahami publik sebagai penegasan bahwa Gibran tidak memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Wakil Presiden, persoalannya dapat berkembang jauh melampaui persoalan jabatan. Jika muncul persepsi bahwa putusan hukum diabaikan dan DPR-RI tidak mengambil sikap tepat dan benar, maka yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik terhadap negara dan hukum.

Para elite pengambil keputusan, dari mulai Presiden, Kapolri dan Panglima TNI harus tanggap terhadap stabilitas keamanan dan keselamatan semua pihak, termasuk keselamatan Jokowi dan keluarganya.

Dalam situasi seperti itu, ancaman yang perlu diantisipasi bukan hanya demonstrasi. Eskalasi dapat berupa mobilisasi massa, pendudukan, pemblokiran akses, benturan antar kelompok, kerusuhan, perusakan fasilitas, pembakaran, penjarahan, hingga tindakan individual yang berada di luar kendali koordinator aksi maupun aparat.

Kemarahan sosial juga dapat menyebar sangat cepat melalui media sosial. Narasi ketidakadilan, provokasi, informasi palsu, dan ajakan berkumpul dapat mengubah kekecewaan politik menjadi mobilisasi massa dalam waktu singkat. Ketika emosi kolektif telah mencapai titik tertentu, tindakan yang semula bersifat simbolik dapat berkembang menjadi kekerasan yang sulit dihentikan.

Kita semua tidak boleh membiarkan peristiwa 1998 terulang. Dalam konteks Solo, jangan pula menganggap kultur Jawa yang santun sebagai jaminan bahwa reaksi masyarakat akan selalu lunak. Kesabaran dan kesantunan justru dapat berjalan berdampingan dengan sikap yang sangat tegas ketika masyarakat merasa prinsip keadilan telah dilanggar. Ini merupakan kemungkinan risiko sosial yang perlu diantisipasi, bukan kepastian bahwa masyarakat Solo akan melakukan kekerasan.

Risiko paling sensitif adalah ketika kemarahan publik mulai diarahkan kepada orang atau keluarga yang dianggap terkait dengan persoalan. Ancaman dapat berupa intimidasi, penguntitan, penyebaran data pribadi, ancaman kekerasan, pengepungan lokasi, perusakan properti, atau gangguan terhadap aktivitas keluarga.

Dalam skenario terburuk, anggota keluarga yang sama sekali tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik dapat ikut menjadi sasaran hanya karena hubungan keluarga. Di sinilah sebuah konflik politik dapat berubah menjadi persoalan kemanusiaan.

Keluarga besar Jokowi harus dilihat sebagai pihak yang juga berpotensi membutuhkan perlindungan dari dampak eskalasi, bukan sebagai sasaran kemarahan. Anak, pasangan, cucu, kerabat, staf, maupun masyarakat di sekitar mereka tidak boleh menjadi korban dari konflik politik apa pun.

Siapapun pihak yang berbeda kepentingan harus sama-sama memiliki tanggungjawab mencegah segala kemungkinan buruk. Karena itu, tanda-tanda seperti ancaman terbuka, penyebaran data pribadi, doxing, ajakan mendatangi lokasi, penguntitan, pembentukan kelompok penyerang, atau konten yang mendorong kekerasan harus dianggap serius dan ditangani secara hukum. Tak peduli selebar apapun perbedaan pandangan, akal sehat wajib dikedepankan.

Tidak ada kemenangan politik yang sepadan dengan satu nyawa manusia. Tidak ada persoalan jabatan yang layak dibayar dengan kerusuhan. Dan tidak ada alasan yang dapat membenarkan keluarga mana pun menjadi korban.

Karena itu, apabila memang terdapat persoalan legitimasi konstitusional, penyelesaian melalui mekanisme hukum dan konstitusi harus menjadi jalan utama. Semakin cepat persoalan memperoleh penyelesaian yang kredibel dan dapat dipahami publik, semakin kecil ruang bagi provokasi, spekulasi, dan mobilisasi kemarahan.

Jangan biarkan krisis legitimasi berubah menjadi krisis keamanan. Jangan biarkan perbedaan politik berubah menjadi kekerasan. Dan jangan sampai keluarga siapa pun menjadi korban dari eskalasi yang sesungguhnya masih dapat dicegah.

#Share sebanyak mungkin himbauan ini agar masyarakat terselamatkan dari tindak provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Salam Literasi Rakyat.

Oleh : Nazlira al-Habsy, Pegiat Literasi Rakyat

#SemogaGibranLegowoMundur
#DamaiIndonesiaku


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca