
Namanya Aslinya adalah ‘Abdurrahman bin Shakhr ad-Dausi. Tapi dia lebih dikenal dengan sebutan Abu Hurairah, Dia Hafizhul Islam, Imam Syafi’i memberinya gelar. Artinya: “Penjaga Islam di zaman-nya”. Karena tidak ada yang lebih banyak hafal dan menjaga sunnah Nabi selain beliau. Dia juga Ruwiyatul Islam Artinya: “Periwayat Islam”. Karena 5.374 hadits yang beliau riwayatkan jadi tiang utama agama. Dia adalah Bahrul ‘Ilm / Laut Ilmu, Disebutkan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam An-Nubala. Ilmunya sangat luas, dalam fiqih, tafsir, dan hadits. Dia juga Al-Imam, Al-Faqih, Al-Mujtahid, Gelar yang diberikan para ulama jarh wa ta’dil. Beliau bukan hanya perawi, tapi juga ahli fiqih dan bisa berijtihad. Dia juga Syaikhul Muhadditsin Artinya: “Gurunya para ahli hadits”. Karena hampir semua imam tabi’in besar belajar hadits langsung dari beliau. Sa’id bin Musayyab, Urwah, Az-Zuhri, semuanya muridnya. Gelar diatas adalah pemberian para tabii’in dan generasi selanjutnya, sementara diantara para sahabat nabi dia dijuluki Mulazimur Rasul Artinya: “Orang yang selalu menempel dengan Rasulullah”.
Empat tahun penuh beliau jadi bayangan Nabi, siang malam di Shuffah. Dia juga Sahibus Sirr Artinya: “Pemilik rahasia”. Nabi pernah menitipkan 2 kantong ilmu kepadanya. 1 kantong beliau sebarkan, 1 kantong lagi beliau tahan karena isinya fitnah. Ini menunjukkan kepercayaan Nabi yang luar biasa.
Hidupnya keras. Ia lapar. la pernah berkata sendiri, “Aku pernah jatuh pingsan karena lapar di antara mimbar dan kamar Aisyah. Orang-orang yang lewat mengira aku kerasukan, padahal aku hanya kelaparan.” Tapi kelaparan itu tidak memadamkan hatinya. Ia terus mencari kebenaran.
Kabar tentang seorang Nabi di Hijaz sampai ke telinganya. Tahun ke-7 Hijriah, ketika bendera Islam berkibar di Khaibar, ia datang bersama kaumnya. Ia tidak membawa emas, tidak membawa unta. Ia hanya membawa dirinya. Begitu melihat wajah Rasulullah, hatinya luluh. Di saat itulah ia mengucap syahadat.
Sejak hari itu ia membuat keputusan yang aneh di mata orang banyak. Sahabat lain pulang ke rumah, ke pasar, ke kebun kurma. Abu Hurairah tidak. Ia memilih tinggal di Shuffah, serambi masjid yang beratap pelepah kurma. Di sana berkumpul orang-orang miskin yang tidak punya rumah, tapi punya satu cita-cita: dekat dengan Nabi. Siang ia mendengar. Malam ia mengulang. Perutnya sering kosong, tapi dadanya penuh.
Suatu hari ia memberanikan diri mengadu. “Wahai Rasulullah, aku mendengar banyak darimu, tapi aku takut lupa.” Nabi tersenyum. Beliau membuka burdahnya, selendang kebesarannya, lalu membentangkannya. “Ambillah,” kata Nabi. Abu Hurairah menadah dengan kedua tangannya, seakan sedang menampung air. Lalu Nabi menyuruhnya mendekapkannya ke dada. Sejak detik itu, kata Abu Hurairah, “Aku tidak pernah lupa satu huruf pun yang aku dengar dari beliau.” Doa itu dikabulkan. Dan sejak itu pula, telinga Abu Hurairah menjadi salah satu telinga yang paling setia mencatat setiap sabda.
Empat tahun. Hanya empat tahun kebersamaan itu. Tapi empat tahun di sisi Nabi bagi Abu Hurairah sama dengan seumur hidup orang lain. Ia melihat bagaimana Nabi berwudhu. Ia mendengar bagaimana Nabi berdoa di tengah malam. la menyaksikan bagaimana Nabi tertawa, bagaimana Nabi marah karena umat, bagaimana Nabi menangis untuk umat. Semua itu ia simpan. Bukan di kertas. Di hati.
Ketika Nabi wafat, dunia berubah. Para sahabat sibuk menaklukkan negeri, menyebarkan Islam dengan pedang dan dakwah. Abu Hurairah sibuk dengan cara lain: dengan lisan. Ia tahu, jika hadits-hadits ini tidak dijaga, maka umat akan kehilangan petunjuk. Maka ia mengajar.
Khalifah Umar bin Khattab pernah mengangkatnya menjadi gubernur Bahrain. Jabatan besar. Gaji besar. Tapi tidak sampai dua tahun ia mengundurkan diri. Ketika ditanya kenapa, ia menjawab dengan kalimat yang sampai hari ini mengguncang: “Aku takut hartaku bertambah dan agamaku berkurang.” la lebih memilih kembali ke Madinah, duduk di atas tikar, dengan murid-murid melingkar di sekelilingnya.*(Red-KaMUH)
Disampaikan oleh Tim Kajianmuh
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.