
Disampaikan Sutoyo Abadi
Indonesia menunjukkan sedang terjadi tekanan fiskal (kriris fiskal atau fiscal stress) yang sangat berat dengan segala dampaknya.Terekam krisis ekonomi diketahui terjadi pada 367 dari 415 kabupaten di Indonesia sedang mengalami kesulitan memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30% dari APBD,Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) memang mempersempit ruang fiskal karena sekitar 90% daerah masih sangat bergantung pada transfer dari pusat, sementara hanya sebagian kecil yang punya fiskal kuat, dampaknya akan menyeret pada ketahanan kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Beberapa negara yang pecah, selain karena tekanan fiskal yang sangat berat (krisis ekonomi), juga disebabkan karena terjadinya korupsi yang merajalela, beban pajak rakyat yang semakin membabibuta perampasan tanah rakyat, sumber daya alam dikelola dan dikuasai asing, bentrok rakyat pribumi dengan penjajah gaya baru, konflik etnis, separatisme, dan pemerintahan pusat yang lemah.
Sinyal umum diatas gejalanya sudah terasa sedang dan akan terjadi di Indonesia :Jauh hari, Presiden Megawati Sukarnoputri juga memperingatkan, bahwa Indonesia dapat menjadi apa yang disebutnya “Balkan di Hemisfer Timur” kalau rakyatnya tidak berusaha lebih keras untuk menjaga kesatuan negara, (pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2001).
Bahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya pernah mengungkapkan lebih rinci “lima skenario masa depan Indonesia”.
Pertama, Indonesia diramalkan akan mengalami nasib terpecah seperti yang terjadi di kawasan Balkan. Menjadi banyak negara kecil-kecil, karena munculnya sentimen kedaerahan yang kuat di mana-mana.
Kedua, Indonesia berubah menjadi negara Islam bergaris keras, karena munculnya sentimen keagamaan yang ingin meminggirkan ideologi Pancasila.
Ketiga, Indonesia akan berubah menjadi negara semi otoritarian yang arahnya tak jelas.
Keempat, Indonesia akan berjalan mundur alias kembali memperkuat negara otoritarian.
Kelima, Indonesia diramalkan menjadi negara demokrasi, terutama negara demokrasi yang stabil dan terkonsolidasi. Hanya sedikit yang meramalkan bahwa Indonesia bisa menjalankan skenario kelima. (14 Agustus 2009, terekam di halaman 95 buku SBY Superhero karya Garin Nugroho).
Sangat besar potensi Indonesia akan terpecah seperti yang terjadi di : Uni Soviet pecah pada 1991 karena krisis ekonomi, melemahnya kontrol politik pusat, dan menguatnya gerakan kemerdekaan di republik-republiknya.
Yugoslavia pecah pada awal 1990-an karena konflik etnis, nasionalisme yang kuat, perang saudara, dan lemahnya pemerintah pusat Cekoslovakia pecah menjadi Ceko dan Slovakia karena perbedaan politik dan kesepakatan untuk berpisah secara damai .Pakistan Timur memisahkan diri dan menjadi Bangladesh karena konflik politik, ketegangan etnis, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat Pakistan.
Timor Leste lepas dari Indonesia setelah proses panjang konflik dan referendum kemerdekaan Keadaan tidak semakin membaik situasi semakin memburuk, sinyal perang antar etnis di indonesia terasa sulit dihindari karena kekacauan ekonomi dan politik di indonesia dari pergantian Pax Americana ke Pax China tidak akan terhindarkan.
Beberapa daerah berkeinginan merdeka dari pada menjadi korban para pejabat negara yang telah menjadi Jogos penjajah gaya baru (kapitalis hitam).
Kemarahan rakyat makin menggumpal huru hara tidak bisa di hindari sudah sangat dekat terjadi perang antar etnis bahkan perang saudara potensi Indonesia akan pecah benar benar akan terjadi. Wallahu’lam.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.