Oktober 9, 2026
Gambar ilustrasi

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi : 03/04/2026

Raymond Thomas Dalio adalah seorang investor, konglomerat, dan penulis asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendiri Bridgewater Associates dana lindung nilai (hedge fund) terbesar di dunia, mengingatkan bahwa siklus sejarah sedang diputar berulang. Ray Dalio, seorang peneliti sejarah imperium selama 500 tahun. Mengatakan Selat Hormuz mungkin menjadi akhir bagi Amerika, hilangnya kendali atas Selat Hormuz bagi Amerika bisa seperti hilangnya kendali Inggris atas Terusan Suez pada tahun 1956.

Selama 200 tahun, Inggris adalah kekuatan terbesar di dunia. Pound sterling adalah mata uang global, dan angkatan lautnya menguasai lautan. Ketika hilang kekuatannya di Terusan Suez, semuanya kekuatannya ambruk.

Cerita sejarahnya akan sama ketika tahun 1956, Mesir menasionalisasi kanal tersebut dan berkata, “Sekarang ini milik kami.” Inggris mengancam : “Buka kanal itu, atau kami akan datang.”

Mesir bersikap tegas tidak akan membukanya, Inggris bersama Prancis dan Israel kemudian melancarkan serangan. Namun kemudian terjadi sesuatu, Amerika berkata : “Cukup.” Uni Soviet berkata: “Cukup.” PBB berkata: “Cukup.” Inggris terpaksa mundur.

Sama dengan Iran mendapatkan ancaman Amerika Hormus harus dibuka. Iran kokoh dengan sikapnya tidak akan membuka Hormuz tanpa ijinnya. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini. Apa yang terjadi ketika selat ini ditutup harga minyak akan melonjak. Ekonomi global bisa berhenti. Negara-negara Teluk tak bisa mengekspor. Eropa akan mengalami krisis energi. Industri Asia bisa lumpuh.

Jika Amerika tidak mampu “membuka selat Hormuz maka segalanya akan berubah. Kepercayaan kepada Amerika akan runtuh, sekutu mundur, krisis utang dimulai menyergap fiskal Amerika, semua bisa berakhir berantakan akhirnya runtuh. Sejarah sedang di putar ulang, begitulah Portugal, Belanda penjajah Eropa semua berakhir tragis dalam siklus yang sama”.

Ketika Amerika tenggelam dalam utang dan kehilangan kendali militer serta finansial, maka mereka kehilangan kepercayaan dunia bersamaan kehilangan status mata uang cadangan dan mata uangnya melemah—terutama terhadap emas, Amerika akan tamat dan berakhir gaya sadisnya sebagai polisi dunia”.

Kondisi Amerika saat ini utang : 38 triliun dolar. Pembayaran bunga, lebih dari 1 triliun dolar per tahun. Dalam perang, kemampuan menahan rasa sakit lebih penting daripada kemampuan menyakiti. Iran sadar dan mengetahui Amerika lemah dalam perang panjang, maka Iran berusaha memperpanjang konflik dan menaikkan eskalasi secara bertahap, memuat perang cukup lama Amerika akan mundur. Seperti terjadi di Vietnam dan Afghanistan dan belahan negara lainnya.

Pertanyaannya : Apakah bisa ada kesepakatan Amerika dengan Iran. Jawabannya, Tidak” karena Iran akan kokoh pada sikapnya dan bertekad “Infrastruktur energi dan ekonomi yang terkait Amerika akan dihancurkan.”

Jika anda Amerika kalah, kita akan menyaksikan dolar melemah, obligasi dijual, emas melonjak tajam, sekutu menjauh, BRICS akan menguat, China dan Rusia naik daun lebih cepat.

Selat Hormuz adalah ujian terakhir bagi Amerika. Sejarah sedang di putar ulang. Portugal, Belanda dan Inggris runtuh. Apakah kini giliran Amerika akan mundur dan hancur. Jawabannya ada di Selat Hormuz.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca