Oktober 9, 2026

Disampaikan Oleh : Sutoyo Abadi, 14/03/2026

Ilmu cocoklogi adalah cara mengaitkan dua atau lebih peristiwa, fakta, atau informasi yang sebenarnya tidak berhubungan menjadi seolah-olah memiliki keterkaitan logis guna mendukung opini pribadi.

Mengotak-atik fakta agar sesuai dengan pesanan tanpa dasar ilmiah yang jelas. Seringkali didorong oleh keinginan mencari keuntungan instan (seperti dalam togel) atau keinginan mencari keuntungan dengan cepat, be tulang – terjadi di Indonesia.

Menggiring opini publik, menciptakan informasi, bahkan tidak peduli hal tersebut merugikan dalam konteks politik atau sejarah. Ingatlah angka kenangan Pilpres 1924 sudah muncul sebelum Pilpres dilaksanakan.

Secara sederhana, cocoklogi adalah “memaksakan” keterhubungan demi memenuhi pesanan, Ia sadar hal tersebut akan menyesatkan bahkan berdampak stigma sebagai penghianat berlindung dengan dalih ilmiah.

Rismon Hasiholan Sianipar ( RHS ) setelah berhasil bersekutu dengan Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3), langsung menantang Roy Suryo, dr Tifa berdiskusi, setelah statement terahir bahwa  ijazah sarjana Jokowi dari Universitas Gajahmada ( UGM) itu asli.

Bukan sekedar metode Cocok lagi, jauh beberapa bulan,  sejak RHS mulai beraksi dengan heroik menyatakan ijazah Jokowi palsu, seorang tokoh berpangkat Bintang Tiga ( tidak berkenan disebut namanya) asli berkecimpung di alam Badan Intelijen Negara ( BIN ) bukan sekedar pengamat, memprediksi, bahwa Tiba Waktunya RHS, akan berbelok arah.

Sejak awalnya saya tidak percaya informasi tersebut, mengatakan Rismon itu ada pawangnya. Setelah dianggap cukup dipanggil pulang. Lapor: tugas selesai, setelah semua informasi sudah didapat lengkap.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Dunia intelijen berbicara kesitu. Sedang intelijen itu boleh salah tapi gak boleh bohong

Sejak saya bantah itu tidak mungkin terjadi ( sekalipun pernyataan tersebut saya simpan dalam dokumen yang ,aman dengan perasaan was-was ). Saat ini benar benar terjadi dan tepat pada waktunya, menjelang Hari Raya.

Kembali teringat tahun 1965 menjelang meletusnya G30S PKI ternak PKI bisa menyusup sangat dalam, menghunjam, rapi dan senyap. Apakah ini analog dengan kejadian Rismon (wallahu a’lam) hak masyarakat luas menilainya.

Rekomendasi yang mungkin layak disampaikan, akan cuap cuap Rismon
tentang dugaan ijazah palsu Jokowi akan membela diri lagi dengan bergaya ilmiah dengan metode dari langit, sebaknya jangan direspon.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca