Oktober 9, 2026
Rektor Universitas Islam Indonesia membacakan puisi ini pada Kenduri dan Doa Ibu-ibu Berisik, kemarin sore (22/11/2025) di Bundaran UGM

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar menuntut kita percaya

Bahwa kayu gelondongan memang tumbang sendiri, kebetulan saja sebagian diberi nomor agar tak tersesat pulang

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar mengharuskan kita sepakatbahwa sawit juga pohon karena punya daun hijau, cukup untuk mengganti nama hutan, meski akarnya tak lagi sudi menahan air

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar berarti curiga pada suara kritis, dianggap menggiring opini, menganggap pemerintah tidak bekerja sempurna, dan empati harus menunggu siaran media.

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar mengajarkan bahwa bantuan asingyang tak seberapa itu berbahaya, bisa meruntuhkan martabat bangsa yang konon berdiri tegak—tanpa bantuan siapa-siapa

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar mensyaratkan bantuan bencana dari diaspora perlu dipajaki dulu, agar duka ikut menyumbang penerimaan negara

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar berarti setujucukup menteri memanggul karung bantuan, sementara empati dianggap bonus, tak wajib, apalagi tulus

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar menuntut kita percaya bahwa ribuan korban hanyalah angka, terlalu kecil untuk disebut bencana nasional, hanya cukup jadi catatan kaki laporan tahunan

Tetaplah bodoh, kawan,

Jika pintar menganggap alih hutan ke sawit adalah keniscayaan, dan banjir selalu bisa kita titipkan pada takdir—agar tangan manusia tetap tampak tak ternoda

Mari, tetap bodoh, kawan,

Sebab di negeri ini, terlalu sering, yang disebut pintar justru adalah kelihaian melawan akal sehat, menyembunyikan fakta, dan memperdayai sesama

Kawan, mari, tetap bodoh

Fathul Wahid Sleman, 22 Desember 2025

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca