Oktober 9, 2026

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H. Advokat, Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis

Selasa malam nanti (9/12), tiga klien kami yaitu Dr Roy Suryo, Dr Rismon Sianipar & Kurnia Tri Royani, S.H., hadir sebagai Nara Sumber Program Rakyat Bersuara, Inews TV. Dalam diskusi Talk Show yang dipandu Aiman Witjaksono ini, tim kami juga diperkuat oleh kehadiran Irjen Pol (Purn) Oegroseno.

Sementara, kubu sebelah seperti biasa. Dipenuhi sejumlah Narsum yang ngotot ijazah Jokowi asli, meskipun tak pernah juga melihat wujudnya. Dengan bermodal taklid buta, argumentasinya selalu konsisten : *pokoknya asli.*Kebijakan hukum tim kami, memang tak melarang klien untuk tampil dalam berbagai media, untuk menjelaskan argumentasi berdasarkan ilmu dan kepakaran yang mereka miliki. Sejak penyelidikan, naik ke penyidikan hingga ditetapkan sebagai tersangka, klien kami tak pernah gentar untuk terus menyuarakan kebenaran.

Tim kami pun, konsisten menyampaikan argumentasi pembelaan di sejumlah media. Kadangkala penulis yang hadir, kadang Bang Petrus Selestinus, kadang Bang Gufroni (LBH AP Muhammadiyah), kadang Rekan Ghafur Sangaji, bahkan beberapa kali Prof Denny Indrayana terbang dari Australia ke Indonesia untuk memenuhi undangan diskusi media mewakili tim kami.

Sejumlah Program TV telah kami jelajahi dalam mengungkap narasi non litigasi di ruang publik. Di TV ONE, tim kami langganan diskusi di program Apa Kabar Indonesia Pagi dan Malam, Catatan Demokrasi, hingga talkshow Dua Sisi.Di Kompas TV, biasanya kami hadir di Kompas Petang dan Kompas Malam, program Bola Liar, hingga program Kompas Digital One Point With Adisty Larasati.Di Inews, selain di program berita Inews, Rakyat Bersuara, juga hadir di program Interupsi. Di CNN TV, sejumlah program juga telah kami kunjungi, yang paling spektakuler tentunya di program Head to Head With Elvira Khairunnisa.

Selanjutnya, kami hadir di Garuda TV, Nusantara TV, hingga metro TV. Baik hadir live di studio maupun daring via zoom. Semuanya bertujuan satu : *memperjuangkan narasi pengungkapan ijazah palsu Jokowi melalui jalur non litigasi.

*Malam ini, tim kami akan hadir dalam program Rakyat Bersuara dengan tema “UGM : IJAZAH JOKOWI ASLI, KASUS SELESAI?”.

Sebenarnya, belum terjadi diskusi pun tema ini sudah bisa dijawab. Jawabannya : tak akan selesai. Karena perkara ijazah palsu ini, tidak bisa diselesaikan dengan testimoni melainkan harus dengan bukti.Dan untuk membuktikan Jokowi punya ijazah, maka dia harus menunjukan ijazahnya seperti yang dilakukan Asrul Sani. Sayangnya, Jokowi super sombong. Tak mau menunjukan ijazahnya. Apa karena tahu, ijazahnya palsu dan takut ketahuan publik saat ditunjukan…?

Tapi yang jelas, analisa Dr Rismon Sianipar dan Roy Suryo sulit dibantah. Apalagi, jika yang membantah hanya barisan Termul (Ternak Mulyono).

Testimoni UGM saja tidak bernilai untuk menyatakan ijazah Jokowi asli. Apalagi hanya repetisi argumentasi dari barisan Termul?UGM sebenarnya tidak pernah menyatakan ijazah Jokowi asli. UGM hanya mengklaim Jokowi masuk, belajar dan lulus dari UGM. UGM menyatakan tidak bertanggungjawab atas ijazah yang dimiliki Jokowi, setelah keluar dari kampus (lulus).

Adapun publik, sangat sulit mempercayai testimoni Jokowi yang terbukti berulangkali bohong. Mau sampai kapan lagi, Jokowi akan berbohong dalam urusan ini?

Ala kulli hal, selamat berjuang pahlawan kejujuran, pahlawan kebenaran dan pahlawan anti ijazah palsu. Semoga sukses untuk Dr Rismon Sianipar, Dr Roy Suryo dan Rekan Advokat Kurnia Tri Royani, S.H.

Tolong, sampaikan salam untuk Pak Oegroseno.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca