Oktober 9, 2026
Foto : Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIII

Surakarta, SemutIbrahim — Sinuhun Pakubuwono XIII meninggal dunia, Minggu, (02/11/2025) pagi. Kabar tersebut dibenarkan oleh adik kandung PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari saat dihubungi hari ini.

“Betul, beliau meninggal tadi jam 07.30 WIB. Saat ini masih di RS, setelah dimandikan, jenazah akan dibawa ke Keraton Surakarta,” ujar Gusti Moeng, sapaan karibnya.

Gusti Moeng mengungkapkan sebelumnya PB XIII telah menjalani perawatan di RS Indriati sejak awal September 2025. PB XIII jatuh sakit sejak selesainya pelaksanaan upacara Adang Tahun Dal yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi Kembul Bujana.

“Beliau sudah dirawat sejak habis upacara Adang Tahun Dal itu (7 September 2025). Setelah selesai Kembul Bujana (8 September 2025), Jumatnya masuk rumah sakit sampai sekarang, sampai wafat pagi ini,” kata Gusti Moeng yang juga selaku Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta itu.

Gusti Moeng menjelaskan PB XIII meninggal karena menderita komplikasi penyakit, terutama akibat kadar gula darah yang tinggi. Selama hampir dua bulan terakhir, kondisi kesehatannya sempat naik turun hingga akhirnya berpulang.

“Sakitnya komplikasi karena gulanya tinggi,” kata dia

Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di Keraton Surakarta sebelum dimakamkan sesuai tradisi dan tata upacara adat keraton.

Kabar ini dibenarkan pula oleh Kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy S. Wirabhumi “Iya ada informasi barusan,” ungkap Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi.

Eddy mengutarakan Sinuhun meninggal di rumah sakit. “Iya (meninggal) di rumah sakit. Saya terima infonya sudah 15 menit lalu, sekitar pukul 07.40,” sambungnya.

Ditanya soal pemakaman, Eddy mengatakan pemakaman Sinuhun akan dilakukan mengikuti tata cara adat.“Ngikutin tata cara adat,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Eddy Wirabhumi menjelaskan bahwa Sinuhun sudah kerap kali melakukan cek up, kontrol di rumah sakit.

Profile Paku Buwono XIII

Lahir pada 28 Juni 1948. Dia merupakan putra tertua dari Susuhunan Pakubuwana XII dengan garwa ampil bernama KRA Pradapaningrum. Sebelum naik tahta menjadi Raja Keraton Solo, Paku Buwono XIII memiliki nama Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi kemudian namanya diubah menjadi GRM. Surya Partono karena sering sakit-sakitan.

Pada tahun 1979 paugeran atau pranata adat Keraton Solo menetapkan GRM. Suryo Partono yang merupakan putra laki-laki tertua berhak menyandang gelar dan nama Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi.

Dia menjadi pangeran tertua yang kala itu disiapkan menjadi peneru tahta Keraton Solo. Hingga kemudian naik tahta pada 10 September 2004.

Dengan nama Tahta :

“Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng kaping Tiga Welas ing Nagari Surakarta Hadiningrat”

Dalam pemerintahan Kasunanan Surakarta, KGPH. Hangabehi pernah menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta dan berbagai jabatan penting lainnya. Ia juga mendapat anugerah Bintang Sri Kabadya I oleh Pakubuwana XII atas jasa-jasanya dalam mengatasi musibah kebakaran yang melanda Keraton Surakarta tahun 1985.

Dari seluruh putra-putri Pakubuwana XII, hanya Hangabehi yang pernah memperoleh bintang kehormatan tersebut. Untuk karier di luar keraton, Hangabehi pernah bekerja di Caltex Pacific Indonesia, Riau, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta.

Selain menerima beberapa anugerah tertinggi dari beberapa lembaga institusi dalam negeri maupun negara asing, Hangabehi juga mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Global (GULL, Amerika Serikat).

Kegemaran kesehariannya pun tak berbeda dengan orang kebanyakan di luar keraton. Hangabehi, selain hobi bermain keyboard dan berbagai alat musik lainnya, juga pernah aktif di Organisasi Amatir Radio Indonesia.

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca