Oktober 9, 2026

Inilah topeng emas pemakaman leluhur yang berasal dari Jawa, Indonesia tahun 500 SM. Artefact ini bisa dihubungkan dengan pemberitaan bhiksu Faxian tahun 400 M yang menggambarkan bahwa kondisi spiritual di Jawa selain diwarnai dengan adanya banyak Brahmana/pemeluk Siwa dan Buddha, juga ada keyakinan lain diluar Siwa dan Buddha.

Faxian melihat juga orang Jawa yang menggunakan media patung untuk kegiatan spiritual atau upacara tertentu dan hal ini membuktikan bahwa leluhur bangsa Indonesia sudah punya keyakinan spiritual sendiri sebelum era Siwa Buddha dimulai.

Untuk upacara kematian bisa diasumsikan bahwa setelah meninggal dunia, jasad orang Jawa pada saat itu tidak dikremasi, melainkan dikubur beserta bekal kuburnya seperti topeng emas ini/simbol kemakmuran. Hal ini juga sesuai dengan adanya kuburan yang kerangka manusianya berasal dari abad ke-2 M beserta bekal kuburnya berupa keramik di situs Batujaya. Maka bisa diasumsikan bahwa sebelum masuknya Siwa dan Buddha, leluhur Nusantara memilih mengubur jasad mereka setelah meninggal dunia, hingga kemudian pengaruh Siwa dan Buddha semakin besar sampai muncul opsi membakar jasad.

Sumber informasi dan foto:

•W.P. Groeneveldt. (2018). Nusantara Dalam Catatan Tionghoa. (Gatot Triwira). Depok: Komunitas Bambu.

•https://artgallery.yale.edu/collections/objects/123837

•http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/percandian-batujaya-dibangun-di-atas-pemakaman/

•https://www.nytimes.com/2011/07/24/nyregion/a-new-look-at-yale-at-old-javanese-gold-review.html


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca