
Kabar Jabar semutibrahim.com 20 september 2025, Konoha adalah sebuah negara yang berada dibagian timur yang mana penduduknya adalah orang2 gumunan, kagetan dan suka dumeh
Wajar bila mudah dikuasai dan di adu domba dengan berbagai sentimen, dan orang-orang konoha sering menggunakan agitasi untuk menyelamatkan marwah dan kehormatannya serta menutupi keburukan-keburukanya, orang konoha kalau ngotak pasti nggak ngotot, dikonoha orang boleh bodoh tapi tolol jangan, begitulah konoha.
Banyak garong berkedok negarawan, cuap-cuap sedikit langsung jadi pahlawan, sungguh anomali tung tung sahur, prestasi tidak diukur dengan standarisasi tapi dengan kekaguman layaknya apresiasi pada anak kecil yang baru berjalan, Itulah istimewanya konoha sebagai negeri dibagain timur belahan dunia dengan penegakan hukum yang mengedepankan rasa kemanusiaan dan persaudaraan tanpa memandang hubungan darah yang penting ada uang dan jabatan sehingga berbagai regulasi yang dilahirkan banyak yang tertidur lelap
Yang berdiri tegak adalah regulasi untuk membela kepentingan tertentu yang digunakan penegak hukum sebagai alat untuk melindungi diri dan kekuasaan, Begitulah cerita singkat di negeri konoha yang penuh dengan sampah yang menyumbat saluran gorong-gorong sehingga mengakibatkan banjir tiada henti
Namun tak pernah mau menyelesaikan persoalannya ke akar permasalahan yang sebenarnya berasal dari sampah di gorong-gorong, semua dilakukan dengan setengah hati hanya untuk mendapatkan apresiasi dan kekaguman semata demi mendongkrak popularitas dan rating sekaligus monetisasi dolar
Dan dari banyak orang di konoha yang mengelu elukan sesuatu yang haus akan kekaguman, farming-framing dan booming dengan narasi serta sudut pandang kamera yang sedemikian rupa, dan yang paling anomali di konoha adalah dimana mereka sangat berjiwa nasionalisme en-ka-er-i harga sepeda, sehingga untuk sebuah kesebelasan pemain sepak bolanya adalah pemain naturalisasi yang perawakannya tidak mencerminkan suku asli mereka
Begitu juga dengan pejabatnya silih berganti namun orangnya itu-itu saja karena nenek moyang mereka adalah pelaut yang bisa menggantikan mereka hanyalah orang-orang yang ada didalam perahu mereka kenapa tidak dinaturalisasi saja dari belanda seperti kesebelasan sepak bolanya, kadang timbul sesekali pertanyaan krisis hinggap dikepala udang asin yang sedang di jemur diterik matahari.
Jika kau punya akal sehat kau tidak akan jadi jenderal-jenderalan, apalagi meloncat-loncat disaat semua orang melangkah berjalan dan begitulah akhir cerita ini ditutup dan menyisakan pembaca tulisan ini menjadi kurang berterima apalgi berkasih.
Demikian Caci maki hari ini / sumber terkait : Bersama rezim algoritma, konoha tempo sepuluh tahun, Ruang literasi dan demokrasi, komunitas komite kemanusiaan, forum konsolidasi, logika filsuf
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.