— Sutoyo Abadi : 14.09.2025

Aktor lama mereka pernah bermain saat peristiwa melengserkan Presiden Suharto, indikasi kuat mereka didikan LB Moerdani, kebencian pada Suharto tetap bersemayam dalam otaknya dan Prabowo Subianto di identifikasi sama dengan Suharto, membatasi gerak gerik oligarki.
Mereka tidak tahu diri atas kebaikan Presiden Prabowo Subianto masih diberi nafas dengan jabatan yang sangat dekat dengan istana, justru akan menerkamnya.Saat aksi 25-30 Agustus 2025, mereka coba menghembuskan isue bahwa aksi tersebut ada intervensi asing. Hembusan di buat samar dengan harapan bisa menjadi amunisi aksi makin membesar.
Sasarannya Presiden Prabowo Subianto, tidak becus mengendalikan negara maka harus di tumbangkan. Posisi Prabowo Subianto memang lemah berkesan hanya omon-omon.Apakah benar ada intervensi asing, jawabannya “pasti bukan dan tidak”.
Pertama, semua dari dalam terhubung dengan ancaman Jokowi tanggal 13 Oktober 2024 dikediaman Jokowi di Surakarta, bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak boleh mengganggu Oligarki.Rekam jejak dan Jatidiri Prabowo Subianto sebenarnya tidak bisa bersembunyi anti oligarki (perhatikan kampanye Prabowo saat Capres 2014 dan 2019) yang sangat keras akan membebaskan kaum pribumi dari terkaman oligarki.
Kedua, info dari Connie Rahakundini Bakrie, bahwa Presiden Prabowo cukup 2 atau 3 tahun (versi Hasto Kristiyanto), tidak boleh dianggap remeh karena bagi Jokowi itu harus terjadi.
Dari dua fakta ini, pemain lama merasa masih jumawa sebagai boneka Oligarki harus menghidupkan kembali Jokowi tetap berkuasa dan Gibran harus naik jadi Presiden.
Demo 25-30 Agustus sesungguhnya itu murni karena adanya disparitas sosial, korupsi merajalela, kenaikan pajak, pengangguran dan pamer kekayaan oleh elite politik.
Hanya pada momentum demo tersebut ada pemain lama, masih jumawa ingin lebih cepat Prabowo Subianto diturunkan dan naiknya Gibran sebagai Presiden, full dukungan oligarki.
Upaya kamonflase Prabowo Subianto menganggap Jokowi sebagai guru politiknya dan pengakuan Gibran sebagai Wapres atas keinginan, penunjukan dan permintaannya. Oligarki tetap curiga dan menganggap Prabowo identitas Suharto, mencurigakan harus segera diturunkan.
Jadi tidak ada intervensi asing, yang ada adalah aktor lama yang telah metamorfosis sebagai agent atau boneka oligarki ikut nimbrung akan melengserkan Presiden Prabowo dan itu ada di kabinet Merah Putih.
Mereka itu gombalan maling teriak maling politisi penghianat negara, menjalankan aksi skenarionya persis pola PKI, mencari kambing hitam, lempar batu sembunyi tangan.
“Prabowo ingin selamat jauhi Jokowi, jangan keras kepala dari saran kawan – kawan dekatnya sesama (purnawirawan) TNI yang terus mengingatkan dengan tulus tanpa pamrih, sekalipun seperti di abaikan selama ini”.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.