Oktober 9, 2026

— Sutoyo Abadi : 04.09.2925

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China, Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, usai menghadiri perayaan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat China, Biro Pers Sekretariat Presiden, Rabu (3/9).

Foto : Prabowo Subyanto, Putin, Xi Jinping, Kim Jong Un

Presiden Prabowo menyampaikan berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepada dirinya dan delegasi Indonesia sejak tiba di Beijing.

Saat pertemuan “Prabowo menyinggung pertemuan terakhirnya dengan Presiden Xi Jinping pada kunjungan kenegaraan ke Beijing bulan November 2024. Dia menilai pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan strategis kedua negara”.

“Presiden Prabowo mengingatkan kembali atau sedang meneguhkan kembali komitmennya kepada Xi Jinping ketika menyingung kunjungan kenegaraan pada November 2024″.

Karena pada kunjungan November 2024 saat itu “Xi Jinping dua kali menyebut Prabowo  sebagai Elected President Jokowi, saat kunjungan pertama  ke China, 31 Maret – 2 April 2024 dan kunjungan ke kedua 8-10 November 2024″.

“Saya ingin menekankan bahwa saya ingin melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo. Saya bertekad untuk melakukannya menggunakan semua prestasinya sebagai landasan progam saya,” kata Prabowo, dikutip dari kanal Youtube Kemhan RI pada Selasa (2/4/2024)”.

Presiden Prabowo Subianto juga mengatakan didepan Xi Jinping bahwa Pencapaian beliau (Jokowi) akan jadi pedoman program saya dan saya akan melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo karena sejak saat ini kedaulatan negara masuk dalam radar dan kendali China. Kelangsungan kemerdekaan Indonesia  terancam oleh grand strategy bangsa lain untuk menguasai Indonesia.

Sangat mungkin Presiden Prabowo juga melaporkan tentang kejadian tentang kemarahan rakyat saat ini  yang telah melakukan demo besar merata di seluruh wilayah IndonesiaPertanyaannya “Apakah Prabowo Subianto juga diingatkan tentang “Tiga point penting dari pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi pada tanggal 13 Oktober 2024 dikediaman Jokowi di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo menjelang pembentukan kabinet Merah Putih” :

Pertama : Jokowi menitipkan nama orangnya untuk masuk kabinet Merah Putih.

Kedua : Jokowi meminta Prabowo untuk tidak mengubah atau mengganggu program oligarki yang telah mendapatkan persetujuan Xi Jinping (RRC).

Ketiga : Bernada mengancam apabila point 1 dan 2 diganggu, maka oligarki akan menggangu ekonomi negara.

Kalau benar di singgung ancaman tersebut karena Jokowi masih sebagai mediator dengan Xi Jinping.

Pertanyaannya, “Apakah ada peringatan langsung dari Xi Jinping , Presiden Prabowo Subianto jangan mengganggu proyek oligarki di Indonesia, yang sedang membangun negara dalam negara khususnya proyek hunian etnis China, baik yang sudah masuk atau akan terus menerus masuk ke Indonesia.Pada pertemuan tersebut, Prabowo bersama Presiden Xi juga membahas proyek Giant Sea Wall yang direncanakan membentang di pesisir utara atau pantura Jawa.

Pertanyaannya, “Apakah ini juga proyek yang terkait dengan proyek oligarki yang sudah mulai memasang patok di sepanjang pesisir pulau Jawa”.

Tidak terduga, ketika info tersebut terbaca dua tokoh Guru Besar sesuai pakarnya dari ITS Surabaya Prof. Widi A Pratikto, bergumam singkat “Prabowo sangat bodoh tentang Giant Sea Wall”, bersamaan Prof. DR. Daniel M Rasyid, bergumam hampir senada “ini salah satu program PS yang ngawur”. Kedua pakar Guru Besar dari ITS tersebut menjadi sangat mendesak segera meminta penjelasan maksud proyek tersebut dan mengingatkan Presiden Prabowo Subianto, sesuai kepakaranya.

Kalau ternyata Presiden telah menerima informasi yang keliru tentang hal tersebut, dengan lapang dada Presiden harus segera membatalkan sesuai arahan ahlinya untuk proyek Giant Sea Wall, sebelum proyek tersebut salah fungsi, sasaran dan ahirnya berantakan.

Pertemuan bilateral ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo di RRT, sekaligus penguat fondasi hubungan persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade. Berdasarkan keterangan resmi dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden (3/9).

-Atma_


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca