Seri X: Kajian Peringatan 80 Th Negara Indonesia
Oleh: Prihandoyo Kuswanto, Ketua Pusat Study Kajian Rumah Panca Sila
PENDAHULUAN
Sejak di kudetanya konstitusi dengan dibungkus amandemen UUD 1945, maka UUD 1945 diganti dengan UUD 2002. Dengan UUD 2002 Negara Bangsa Indonesia seperti buih-buih dilautan yang diombang-ambingkan keadaan dunia, tidak lagi punya kekuatan untuk bisa tegak apalagi mandiri, runtuhnya jatidiri sebagai bangsa yang merdeka adalah sebuah akibat dari diamandemennya Pancasila sebagai dasar negara.

Yang dikatakan amandemen UUD 1945 ternyata bukan hanya merubah pasal-demi pasal, tetapi justru memporakporandakan bangunan ke Indonesiaan, menghacurkan nilai -nilai jati diri bangsa yang telah dibangun tahap demi tahap dengan susah payah.
MENGHILANGKAN KE INDONESIAAN
Tanpa rasa bersalah kita menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengapa semua itu hancur sebab amandemen tidak hanya merontokan lembaga kedaulatan rakyat tertinggi yang disebut MPR, tetapi sekaligus yang dirontokkan adalah aliran pemikiran tentang ke Indonesiaan, merontokkan kaidah berbangsa dan bernegara.
Menghilangkan sejarah, menghilangkan Visi Misi Negara Indonesia diganti dengan visi misi Presiden visi misi Gubernur, Visi misi Bupati dan Walikota, sama artinya Mengganti tujuan berbangsa dan bernegara Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
MENGGANTI PANCASILA DENGAN ULTRA LIBERAL
Menghilangkan Bangsa Indonesia asli, dan menganti Pancasila dengan Ultra Liberal. Ketika ada yang jualan Trisakti saya tertawa sebab logika otak saya tidak bisa nyambung bagaimana mungkin Trisakti dengan dasar negara Ultra Liberal.
Seperti sekarang ini, tentulah itu hanya sebuah bualan saja, bagi yang ngak ngerti menyamakanya dengan Tri Saktinya Soekarno. TRISAKTI itu tidak mungkin dijalankan diatas sistem Liberalisme dan Kapitalisme seperti sekarang ini.
Tidak ada kedaulatan dalam politik dan kepribadian dalam kebudayaan, bila tidak berdikari dalam ekonomi, dan sebaliknya! Seluruh minat kita, seluruh jerih-payah kita harus kita abdikan kepada pelaksanaan seluruh Trisakti, yang benar-benar sakti itu. Ya, Berdaulat dalam politik..! Apa yang lebih luhur daripada ini.
CUPLIKAN PIDATO SOEKARNO :
“Saudara-saudara? Lebih setengah abad lamanya bangsa Indonesia berjoeang, membanting-tulang dan mencucurkan peluh, untuk kedaulatan politik itu. Sekarang kedaulatan politik itu sudah di tangan kita. Kita tidak bisa didikte oleh siapapun lagi, kita tidak menggantungkan diri kepada siapa-siapa lagi, kita tidak mengemis-ngemis! Kedaulatan politik ini harus kita junjung bersama-sama, harus kita tegakkan beramai-ramai. Nation-building dan character-building harus diteruskan sehebat-hebatnya, demi memperkuat kedaulatan politik itu”.
Kerukunan nasional sekarang ini-kerukunan antara berbagai agama dan berbagai sukubangsa, termasuk suku-suku keturunan asing-kerukunan nasional yang bebas samasekali dari diskriminasi atau rasialisme macam apapun, harus kita bina dengan kecintaan seperti kita membina kesehatan tubuh kita sendiri.
KEDAULATAN KITA SERAHKAN PADA OLIGARKHY
Hari ini, sekarang UUD 1945 diganti dengan UUD 2002 kita rusak tatanan berbangsa dan bernegara justru sebaliknya kedaulatan kita serahkan pada oligarkhy dan kita hanya sebagai jongosnya oligarkhy yang melayani keinginan oligarki untuk mengeruk kekayaan ibu Pertiwi, Hal yang demikian harus dihentikan, kedaulatan rakyat harus ditegakkan untuk merebut kembali kedaulatan rakyat.
Berdikari dalam ekonomi! Apa yang lebih kokoh daripada ini, Saudara-saudara? Seperti kukatakan di depan M.P.R.S. tempohari, kita harus bersandar pada dana dan tenaga yang memang sudah di tangan kita dan menggunakannya semaksimal-maksimalnya.
Pepatah lama “ayam mati dalam lumbung” harus kita akhiri, sekali dan buat selama-lamanya. Kita memiliki segala syarat yang diperlukan untuk memecahkan masalah sandang-pangan kita. Yang terjadi hari ini setelah 80 tahun merdeka justru kita terjajah dengan Neo kapitalisme, Neo Imperalisme, kita dijajah lagi 76% wilayah tanah kita dikuasai oleh korporasi Aseng dan Asing. Segala kekayaan ibu Pertiwi di keruk dan mereka datangkan tenaga Asing China untuk mengeruk kekayaan kita. Hukum lumpuh untuk kedatangan tentara merah disaat bangsa ini dicekam dengan Covid 19 mereka mendapat perlakuan special oleh pengkhianat bangsa ini.
Hari ini kita tidak bisa lagi berdiri apa lagi berdikari hutang yang sudah hampir menenggelamkan Indonesia dan Ekonomi digantungkan pada Investor aseng dan asing, bahkan pembangunan bangsa ini apa kata China maka pembangunan bukan apa yang dibutuhkan bangsa dan rakyatnya tetapi apa kepentingan China dengan OBOR-nya, infra struktur akhirnya di jual pada China, tanpa perang China telah menguasai tanah air 75 % lahan sudah dikuasai Aseng dan Asing, Investasi Aseng lebih penting dari pada nyawa rakyatnya disaat dunia menolak kedatanagan TKA China justru kita memasukan TKA China pembawah dan penyebar Virus Corona.
Ekonomi kita semakin beraliran Serakahnomick tidak berdaulat karena Korupsi dan salah kelola, yang ada hanya hutang-hutang dan hutang negara Berdasar atas KeTuhanan Yang Maha Kuasa di kelola dengan Riba. Tutup lubang gali lubang akibatnya WHO mengatakan 174,6 juta rakyat Indonesia miskin
KEPRIBADIAN DALAM KEBUDAYAAN
Kata Soekarno, berkepribadian dalam kebudayaan! Apa yang lebih indah daripada ini Saudara-saudara? Bukan saja bumi dan air dan udara kita kaya-raya, juga kebudayaan kita kaya-raya. Kesusastraan kita, seni-rupa kita, seni-tari kita, musik kita, semuanya kaya-raya.
Juga untuk membangun kebudayaan baru Indonesia, kita memiliki segala syarat yang diperlukan. Kebudayaan baru itu harus berkepribadian nasional yang kuat dan harus tegas-tegas mengabdi kepada Rakyat. Dengan menapis yang lama, kita harus menciptakan yang baru. Sikap kita terhadap kebudayaan lama maupun kebudayaan asing adalah sikapnya revolusi nasional-demokratis pula : dari kebudayaan lama itu kita kikis feodalismenya, dari kebudayaan asing kita punakan Imperalis nya. Justru hari ini kita menjadi super liberal dan super kapitalis sehingga kita tidak mampu membangun karakter kebangsaan itu justru kita terjajah kembali di bidang kebudayaan.
Sejak UUD 1945 diganti dengan UUD 2002 kita telah melakukan pengkhianatan terhadap para pendiri bangsa ini. Kita telah mengganti Pancasila dengan ultra liberal .kita telah kehilangan karakter kebangsaan kita.
PETA JALAN PENYELAMATAN INDONESIA
Untuk menyelamatkan Indonesia perlu revolusi dengan sepenuh hati. Peta Jalan menyelamatkan Indonesia sebagai berikut :
1. Kembali ke UUD 1945 dan Pancasila;
2. MPR menghidupkan kembali kedaulatan rakyat dengan mengembalikan Utusan Golongan dan Utusan daerah sebagai bagian dari MPR. Retoling terhadap MPR dan DPR mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara;
3. MPR Mengangkat Prabowo sebagai pejabat Presiden Dan melengserkan Gibran Raka Buming Raka karena cacat hukum;
4. Memberlakukan kembali GBHN Dan Presiden sebagsi Mandataris MPR;
5. Menegakan kembali pasal 33, Bumi Air dan kekayaan yang ada didalamnya. Pelanggaran terhadap penguasaan lahan yang bertentangan dengan UU no 5 th 1960 tentang pokok-pokok agraria harus di tegakan. Perlu dubentuk satgas untuk menasionalisasi kekuasaan lahan yang melanggar UU pokok agraria dengan mencabut HGU.Perusahaan penerima HGU harus berkantor dan berkedudukan di wilayah Republik Indonesia;
6. MPR. Mengadakan penetapan Presiden dan wakil presiden;
7. Melakukan Retoling terhadap lembaga-lembaga negara dan menghidupkan lagi Dewan Pertimbangan Agung (DPA);
8. Menyerderhanakan Partai politik hanya 5 partai politik duambil dari suara terbanyak dan digabungkan;
9. Re organisasi kepolisian menjadi non combatan dan Brimob digabung dengan TNI, Polisi berada dibawah departemen dalam negeri.10.MPR membuat UUD pemerintahan sebagai UUD administrasi pemerintahan sesuai perintah dengan bunyi aturan tambahan dan peralihan UUD 1945 yang belum perna dibuat oleh MPR. Enam bulan setelah MPR terbentuk maka MPR menetapkan UUD Pemerintahan.
KESIMPULAN
Dengan peta jalan menyelamatkan Indonesia akan tercapai tujuan Masyarakat yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila di usia ke 80 tahun butuh kesadaran dan rekonsiliasi Nasional dengan kembali pada Pancasila dan UUD 1945.
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.