Terpekur sejenak di sandyakala
Menatap kedepan diantara manusia – manusia pilihan negeri
Membayangkan kembali yang sering beliau ceritakan

Meninggalkan anak istrinya
Memasuki belantara hutan, ngarai pegunungan, melintasi lautan
Terkadang harus menahan lapar dan dahaga berhari-hari
Berteman terik kerontang yang tidak bersahabat
Bersahabat kelembutan gulita malam diselimuti embun
Bergulat kerinduan istri
Celoteh anak anak di jelang hari
Untuk satu tujuan,
Kami harus bebas dari penjajahan
Kami harus bebas dari perbudakan
Kami harus memperjuangkan masa depan anak cucu
Keangkaraan ratusan tahun harus dihancurkan
Bumi pertiwi milik kami
Nuswantara hak kami
Masa depan milik kami
Untuk anak cucu kami
-Atma_
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.