
Mata pena ini,
Telah menulis guratan aksara-aksara,
Juga angka-angka,
Sesekali ia mencoretkan gambar carut-marut
Gambar sengkarut.
Mata pena ini bernyawa,
Senyawa ia dengan logika,
Senyawa ia dengan fakta,
Senyawa ia dengan luka-luka,
Senyawa ia dengan berontaknya jiwa‼️
Mata pena ini menjadi saksi,
Ketika aku menyelami angkasa,
Mengurapi samudera,
Menelusuri palung-palung kehidupan.
Jemariku tak lagi kokoh,
Bahkan untuk sekedar merangkai aksara,
Mengawinkan kata-kata menjadi kalimat,
Kalimat menjadi narasi dan berbunyi.
Aaaaah…,
Pancaroba selaksa masa,
Mengeruk ceruk
Di antara puing-puing tak berbentuk.
#Sajak_SangLangit
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.