
Lidahmu Menjelaskan Siapa Dirimu Jokowi
Oleh : Prof. Ali Syarief
Lidahmu berkelok seperti sungai di hutan,
Menjanjikan oasis di padang tandus,
Tapi hanya ilusi yang kau hadirkan,
Rakyat menanti, kenyataan pun tak mampu berdiri tegak.
Kata-katamu mengalir deras, penuh janji manis,
Namun, di tiap sudut negeri, tangis tak terhapuskan,
Jembatan impian yang kau bangun,
Hanyalah jalan ke jurang harapan yang kau hancurkan.
Apa makna kata “kerja” yang kau agungkan?
Jika rakyat tetap bekerja untuk lapar dan haus,
Apa arti “keadilan” yang kau janjikan?
Jika hukum hanya menjadi alat kekuasaan.
Oh, lidah yang memutar fakta,
Menyulap yang hitam menjadi putih di layar kaca,
Kau pikir sejarah akan melupakan?!
Namun jejak kebohonganmu terukir dalam hati yang terluka.
Kami dengar suara-suaramu,
Namun gema kebohongan lebih keras terdengar,
Kami lihat senyummu di layar,
Namun air mata kami lebih nyata di tanah.
Lidahmu, wahai pemimpin negeri,
Adalah cermin dari hatimu yang tersembunyi,
Kau tak bisa menipu waktu,
Karena kebenaran akan datang mengetuk pintu.
Maka ingatlah, wahai yang pernah dijanjikan,
Kami tak akan diam, kami akan terus bersaksi,
Karena lidahmu, akhirnya menjelaskan siapa dirimu,
Dan kami, rakyat, adalah saksi dari dusta yang kau taburkan.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.