Oktober 9, 2026
IMG_20241211_175102_647

Jakarta, 11 Desember 2024

Hari ini Rabu (11/12/2024) pukul 17.23.35 WIB wilayah Bengkulu Selatan, Bengkulu diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,55° LS ; 102,44° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 53 km arah barat daya Bengkulu Selatan, Bengkulu pada kedalaman 53 km , tutu Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, S.Si., M.Si, melalui keterangan tertulisnya sebagaimana yang diterima redaksi semutibrahim.com pada Kamis (11/12/2024) Sore.

Dirinya melanjutkan,Jenis dan Mekanisme Gempabumi,
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia kedalam lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik ( oblique thrust fault ).

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bengkulu Selatan dan Seluma dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), daerah Kepahiang dan Pagar Alam dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), daerah Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Oku Selatan dengan skala intensitas II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), dan daerah Muara Enim dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ), ungkap Daryono.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI, tambahnya.

Hingga pukul 17:55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock), kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG tersebut.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah, tutup dia.


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca