Anies Ciri Intelektual Tidak Peduli Kepada Senior, Cukup Seremoni
(Pandangan Sahabat Eggi Sudjana Kepada Seorang Figur Publik Anies)

Saat deklarasi THN (Tim Hukum Nasional) 2023 sebagai cikal bakal garda terdepan advokasi terhadap Anies Baswedan selaku pasangan Capres 01 di Pilpres 2024. Prof. Dr. Eggi Sudjana selaku seniornya di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) (Indonesia)), disebut namanya oleh Anies Baswedan dalam sambutannya.
Namun tiba saatnya entah oleh sebab “kevokalan” Prof. Eggi menantang rezim, yang tidak sinkron dengan bakat Anies (progresifitas) atau metode kepimpinan Anies, maka tidak peduli kepada seniornya tersebut, sekali lagi entah karena apa, hilang dari daftar nama sebagai anggota tim kuasa hukum THN 01 yang ditandatangani Anies dalam naskah gugatannya kepada MK terhadap Termohon KPU yang sekedar hanya untuk membela dirinya (Anies) yang merasa dicurangi.
Hak hukum sebagai kuasa tentunya saat deklarasi THN gedung Lippo Kuningan Jaksel yang Ia (Anies) sebut tentunya berdampak kepada kerugian moril dari seorang senior aktivis pergerakan nasional di Tanah Air, dan hal ini pastinya bukan apriori. Bahkan bisa saja Prof. Dr. Eggi, andai mau, menggunakan hak atas ketersinggungan moralitas dirinya, lalu melayangkan gugatan perdata kepada Anies sebagai akibat bentuk kerugian moril (immaterial). Dengan bukti Anies mengesahkan nama Prof. Eggi hilang hak hukumnya selaku anggota THN 01 dan SK-nya selaku kuasa hukum sepertinya ada di Kantong Eggi dkk.
Prof. Eggi nyata tidak dimasukan dalam kuasa hukum THN 01 dan nyata Anies bergeming walau Ia tahu, karena logikanya gugatan terhadap termohon KPU di Mahkamah Konstitusi tidak tercantum seorang kuasa hukum atas nama Prof. Eggi Sudjana, walau tanpa honor.
Sehingga mungkin arogansinya menjadi takdir kekalahannya di MK, tidak peduli dengan sang senior dan termasuk jasa-jasa daripada kawan-kawan sahabat Prof. Eggi yang ikut dan turut serta membela Anies saat sejak Pilgub dalam kerangka patuhi ulama pada tahun 2017 dengan segala triger hukum terkait Ahok, jelang pilgub dan termasuk saat menjelang pilpres 2019 kala Anies dilaporkan di Bawaslu, karena dianggap sebagai kepala daerah telah keberpihakan kepada salah seorang capres.
Namun kini Anies yang bakal kembali menjadi Cagub DKJ. 2024-2029 apakah sudah berbenah mentalitas, dampak “implikasi” dari revolusi mental.
Lalu apakah Anies akan kembali lolos menjadi Gubernur DKJ, andai jika tidak, mungkinkah Anies secara politis, bakal kandas dari percaturan politik bakal capres 2029.
Tentu kembali upaya dan takdir Tuhan yang Maha Kuasa semoga Anies dapat menjuarai kontes pilgub Jakarta 1 dan mengulang kembali kesuksesannya dalam berkarya saat menjadi orang nomor satu di 2017-2022. Bravo Anies.
Dan bravo untuk senioritas aktivis serta rekan sejawat Advokat Eggi semoga selalu terus konsisten dalam perjuangan.
Penulis : Sabahat Eggi
Editor : Bams
Baca juga :
- Konspirasi Istana China Memiliki Garis Singgung Dengan Konspirasi Istana Merdeka ?
- Bahaya, Hanya seminggu sudah terjadi Skor Hattrick 0-3 dialami Kemkominfo
- INDONESIA DALAM KENDALI KEKUATAN NEGARA BAYANGAN CINA
- KONSPIRASI ISTANA
- Dilematika Anies dan Pilkada DKJ 2024
- Mempererat Persatuan dan Kesatuan, PKS Menerima kunjungan MP. Himpunan Warga Gereja Indonesia
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
1 thought on “Anies Ciri Intelektual Tidak Peduli Kepada Senior, Cukup Seremoni”