Oktober 9, 2026
Foto: Boeing 737 Airbus (Ilustrasi Pesawat).
Foto: Boeing 737 Airbus (Ilustrasi Pesawat).

Semut Ibrahim | Maskapai penerbangan Batik Air dilaporkan terbang dalam kondisi Pilot dan Kopilot tertidur saat penerbangan Kendari, Sulawesi Tenggara menuju Bandara Soekarno-Hatta, Daerah Khusus Jakarta.

Melalui, Laporan Investigasi Penerbangan di laman Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Sabtu (9/3/2024), Pilot dan Kopilot sedang dalam tugas penerbangan Jakarta-Kendari dan Kendari-Jakarta (pulang-pergi) menggunakan Airbus A320, dengan kode registrasi PK-LUV.

Diketahui, Sebelum melangsungkan penerbangan dari Jakarta, Kopilot sempat memberitahu Pilot bahwa, Ia kurang istirahat. Lalu, Pilot menawarkannya untuk tidur selama kurang lebih 30 menit. Penerbangan Jakarta-Kendari berlangsung lancar.

Setelah sampai di Kendari, Pilot dan Kopilot menunggu jadwal penerbangan selanjutnya sambil memakan mie instan di dalam kokpit. Penerbangan kembali berlangsung, Kopilot bertugas sebagai Pilot yang menerbangkan pesawat atau Pilot Flying (PF), sementar Kapten Pilot bertugas sebagai Pilot Monitor atau Pilot Monitoring (PM).

Pesawat yang dikemudikan itu memiliki nomor penerbangan BTK6723, dan lepas landas pada pukul 07.05 WITA dengan total penumpang dalam pesawat berjumlah 153 orang.

Sekitar pukul 07.37 WITA, diketahui, Pilot dan Kopilot melepaskan headset mereka dan menyalakan pengeras suara (Loudspeaker).

“PIC (pilot) minta izin ke SIC (kopilot) untuk istirahat dan izin diberikan. Beberapa detik kemudian, PIC tidur dan SIC kemudian mengambil alih tugas PIC sebagai PM (pilot monitoring),” tulis KNKT dalam laporannya.

Kemudian, kendali dipegang oleh Kopilot dan Kopilot melakukan komunikasi dengan Pusat Kontrol Area atau Area Control Center (ACC) Makassar, Untuk meminta izin terbang dalam 250 derajat. ACC Makassar pun meminta Kopilot untuk menghubungi ACC Jakarta.

12 menit setelah melakukan percakapan antara Kopilot dengan ACC Jakarta, ACC Jakarta pun bertanya kepada Kopilot terkait waktu yang dibutuhkan untuk berada di jalur tersebut. Akan tetapi ACC Jakarta tidak mendapat respon dari Kopilot maupun Pilot dalam penerbangan Kendari menuju Jakarta.

“28 menit setelah transmisi terakhir terekam dari SIC (kopilot), PIC (pilot) terbangun dari tidur dan sadar bahwa pesawat sudah tidak lagi berada di jalur penerbangan yang benar,” tulis KNKT.


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca