
Semut Ibrahim | Banten – Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap), netizen menyebutnya dengan #Sikurap adalah aplikasi yang berfungsi sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara dan alat bantu rekapitulasi hasil suara Pemilu 2024. Aplikasi ini diduga menjadi sumber kekacauan dan mengatur kecurangan di Pemilu 2024.
Dilansir dari Majalah Tempo berjudul Huru-hara Manipulasi Suara, aplikasi Sirekap dikembangkan pertama kali pada 2020 oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 2021, KPU membuat MoU dengan ITB soal pengembangan teknologi Sirekap. Saat itu proyek pengembangan aplikasi Sirekap menghabiskan dana senilai Rp 3,5 miliar. WAAAOW…
Proyek tersebut dikomandoi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya ITB, Gusti Ayu Putri Saptawati. Proyek tersebut tak diketahui oleh banyak civitas akademika ITB. Dalam proyek itu pula, Gusti Ayu tidak menyertakan ahli kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sebelumnya Gusti Ayu dan tim ITB juga terlibat dalam pembuatan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019 untuk KPU. Saat itu, Tim Situng ITB beranggotakan 27 orang dosen program studi Teknik Informatika. Banyaknya anggota sesuai pekerjaan yang kompleks dan kritikal.
Dikutip dari laman ITB, Gusti Ayu merupakan dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Ia memiliki keahlian di bidang Rekayasa Perangkat Lunak dan Pengetahuan. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Rektor ITB periode 2020-2025.
Ramainya berita miring tentang penggedutan suara partai PSI yang melonjak darstis alias meroket membuat redaksi Semut Ibrahim mencoba mencari tahu data yang tersimpan di system Sirekap tersebut. Dan hasilnya di temukan perbedaan antara data tertulis di web KPU dengan data foto hasil uploud, sehingga terjadi penggendutan perolehan suara untuk PSI di dua TPS yang Semut Ibrahim temukan. Cekidot.

Banten
TPS 004 Bulakan Cibeber, Cilegon Banten. Dari data SIREKAP, suara PSI tertulis punya 69 suara, sedangkan suara tidak sah 1.
Namun jika dilihat dari foto C-Hasil yang diunggah di SIREKAP kondisi berbeda terlihat. Dalam foto C.Hasil suara PSI faktanya tertulis 1 suara, sedangkan suara tidak sah 69. Fakta kedua terjadi di
Jawa Tengah
TPS 009, Bendoharjo, Gabus, Gerobogan, Jateng. Suara PSI dalam sistem SIREKAP KPU tertulis 50 suara. Lalu, suara tidak sah 2.
Namun setelah ditelusuri di foto C-Hasil, suara PSI faktanya tertera 2 suara, sedangkan suara tidak sah di foto C.Hasil mencapai 50 suara.
Editor : Bams
Baca juga :
- Ibu Kota Negara Baru, Ruang Sesak Oligarki dan Pemutihan Dosa
- Ketika Sirekap-KPU di Pangkuan Alibaba
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
3 thoughts on “WASPADA!, Ada Tuyul di Sirekap KPU”