Oktober 9, 2026
#PuisiSangLangit

Menepikan tepian rasa
Mengayun langkah di butir embun,
Mengecap rasa jiwa di uap lembab,
Sesal mengepal bergumpal,

Lelah,
Pada aku yang selalu salah;
Salah ucap,
Salah tanggap,
Salah sikap,
Salahku bertingkap-tingkap,
Salah tulis,
Salah lukis,
Salah tangis,
Salahku berbaris-baris

Otak ini apa?
Hati ini apa?
Jiwa ini apa?
Lidah ini apa?

Habisi akuku itu
Sudahi akuku itu
Lenyapi akuku itu
Hukumi akuku itu
Tiadai akuku itu

Aku sembilu yang menyayat;
Berseloroh aku, jadi luka,
Tertawa aku, jadi duka,
Merayu aku, jadi petaka,
Merajuk aku, pada gulana.

Wahai Dzat yang menggenggam jiwaku
Dekap aku,
Dalam kasih-Mu,
Dalam cinta-Mu,
Dalam kemesraan ampunan-Mu
Aamiiin


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca