Oktober 9, 2026
Ilustrasi kematian dalam kutukan oleh Meta

Terkutuklah kau, anak busuk dari rahim kebohongan‼️
Langkahmu, jejak aib yang diludahi bumi.
Nafasmu, hembusan racun yang membunuh pagi.
Darahmu mengalirkan fitnah,
Matamu memuntahkan laknat,
Mulutmu menularkan kematian.

Setiap kata yang kau ucapkan,
Akan mengiris lidahmu sendiri,
Mengoyak tenggorokanmu sampai kering kerontang.

Setiap tipu daya yang kau tabur,
Akan tumbuh jadi duri di ususmu,
Mengerat lambungmu perlahan,
Sampai tak tersisa selain rintihan dan penyesalan.

Kau akan berlari di lorong gelap tanpa pintu,
Dikejar bayang-bayang kebenaran yang haus darahmu,
Hingga tubuhmu rebah sebagai bangkai tanpa nama,
Dan langit sendiri enggan menurunkan hujan untuk membersihkan busukmu.

Begitulah nasibmu,
Anak si pendusta:
Menjadi debu najis di padang keabadian.

Sajak “Amarah” oleh : Prof. Ali Syarif, CEO dan Founder Cross Culture Institute


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca