Oktober 10, 2026
berani kritik penguasa, bersiap di persekusi
Ilustrasi “matinya kebebasan berpendapat”

Narasi terucap karena ada sebab

Kata tak lagi sampaikan makna

Ratapan tak jadi perhatian

Amarah pun tak membuatmu tergugah

Setiap hari aksara membawa nestapa

Namun kau tetap tak mau mengeja

Bibir kerontang, leher tersekat

Antarkan lahirnya sumpah serapah

Di sana, kau baru mencerna

Kau pakai apa saja melontar ucap

Dalam gagap yang jelas tak kompak

Mengancam logika bahasa

Terkurung jeruji arti yang kau ingini

Sampai kapan huruf huruf akan berpacu makna

Dan umpatan terlontar dalam carut marut

Lampiaskan emosi tertekan janji yg tak ditepati

Apakah sampai semua teriak makian lantang

Lalu mereka digiring masuk arena persekusi

Diam….?

Bukanlah perilaku kami

Ketika aksara kami tak bersua

Dalam arti yang mengandung makna

Dalam menjaga marwah yang harus dibela

Satu makna kau penjara

Sejuta arti akan datang membanjiri

Ingat…..!!!

Ingat…..!!!

Dan ingat!!!!!

Kebenaran makna tak pernah ingkari arti.

***********

Goresan pena Kakek Parew4 040823


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca