
Merangkum waktu.
Adalah merangkum luka,
Adalah menghimpun rasa
Indonesia raya.
Bahwa, luka itu;
Sepanjang waktu
Berkali di khianati,
Berkali di tikam!
Dan kini di kebumikan.
Indonesia raya tanpa nyawa!
Pancasila hanya slogan saja!
Ketuhanannya entah dimana!
Kemanusiaannya beralih rupa!
Persatuannya koyak-moyak!!
Kerakyatannya tak lagi merakyat
Keadilan sosialnya layu…
Teronggok disudut ruang-ruang birokrat.
Bahwa;
Indonesia raya pernah disegani dunia
Untuk Bosnia pernah ada
Swasembada pangan pernah dirasa
Bangga sebagai macan Asia
Bukan jumawa.
Kini..,
Indonesiaku
Indonesiamu
Indonesia kita
Terhidang di meja makan
Dicabik-cabik para taipan
Digerogoti para tikus
Dicabuli makelar konstitusi
Tengoklah di pembaringan
Ibu Pertiwi compang camping,
Hampir mati….,
Menelan nanah dari lukanya sendiri.
Masihkah kita berdiam diri?!
Gunung Bunder – Bogor; 21-11-2021
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.