
Semut Ibrahim – Hujan yang berlangsung sejak Rabu, sore (13/3), mengakibatkan beberapa wilayah di Kota Semarang terendam banjir.
Beredar kabar di media sosial, bahwa banjir di Semarang, Jawa Tengah itu terjadi akibat fenomena ‘Squall line”.
Squall line adalah salah satu jenis fenomena perpotongan antara batas angin dingin dari siklon Anticyclone dan angin hangat dari siklon Ekstratropis.
Peneliti BRIN, Dr. Erma Yulihastin dalam laman akun media sosial Twitter, mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap banjir bandang, (13/3/2024).
Editor: Ghane
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.