Oktober 9, 2026
Pasukan Zionis Israel menyerbu toko penukaran uang di Jenin dan menghancurkannya pada 27/12/2023

Semut Ibrahim | Tepi Barat – Pasukan Zionis Israel telah menyerang area perdagangan, beberapa kantor penukaran uang (Money Changer) di Tepi Barat jadi korban perampokan tentara Zionis tersebut. Pasukan Zionis telah menyita $2,8 juta dari salah satu toko penukaran uang (Money Changer), dalam aksi perampokan tersebut tentara Zionis menuduh para pemilik Money Changer mentransfer uang ke gerakan perlawanan Palestina Hamas dan Jihad Islam di Gaza.

Dalam siaran beritanya, Radio Tentara Israel melaporkan sekitar 10 juta shekel ($2,8 juta) berhasil disita oleh pasukan Israel dalam penggerebekan terhadap sembilan toko di Ramallah, Jenin dan Hebron pada hari Kamis.

Toko-toko tersebut merupakan cabang dari lima kantor penukaran uang di Tepi Barat yang oleh Menteri Perang Israel, Yoav Gallant, dituduh sebagai “organisasi teror” karena diduga mentransfer dana ke Hamas dan Jihad Islam.

Toko penukaran uang yang menjadi korban perampokan tentara Zionis

Dalam sebuah postingan di platform media sosial X, tentara Israel membagikan video penggerebekan toko penukaran uang di Tepi Barat yang diduduki dan mengebor brankas di sana untuk menyita dana. Selain itu pasukan zionis juga menyita dokumen, telepon dan alat perekam, serta brankas.

Dua puluh satu orang juga diculik oleh pasukan Israel semalaman di Tepi Barat sehubungan dengan dugaan pengiriman uang.

Kepala Komisi Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR), Volker Turk, memperingatkan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa situasi hak asasi manusia di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki semakin memburuk dan mendesak Israel untuk “mengakhiri pembunuhan yang melanggar hukum” terhadap penduduk Palestina.

“Penggunaan taktik dan senjata militer dalam konteks penegakan hukum, penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional, dan penegakan pembatasan pergerakan yang luas, sewenang-wenang dan diskriminatif yang berdampak pada warga Palestina sangatlah meresahkan,” tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Kekerasan telah meletus di Tepi Barat yang diduduki Zionis, dengan lebih dari 310 warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel atau pemukim ilegal yang di lindungi oleh IDF sejak 7 Oktober, ketika zionis melancarkan perang melawan Gaza.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan membabi buta Zionis Israel dilaporkan telah menewaskan puluhan orang di beberapa kamp pengungsi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebelumya, pada hari Rabu, 27/12/2023 enam orang warga sipil Palestina tewas dalam serangan Israel di sebuah kamp pengungsi di Tepi Barat utara.

Sumber warta PressTv

Editor : Bam’s


Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca