Rabiul Awal sarat dengan peristiwa-peristiwa penting. Tidaklah cukup jika kita hanya membaca tanpa menghayatinya

Asal-Usul Bulan Rabiul Awal
Bulan Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah, yang memiliki arti khusus bagi umat Islam.
Kata “Rabiul Awal” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Rabi’” berarti “musim semi,” dan “Awal” berarti “pertama.”
Secara harfiah, Rabiul Awal berarti “musim semi pertama.” Penamaan ini berkaitan dengan waktu ketika bulan ini pertama kali digunakan dalam kalender Hijriyah, di mana bulan Rabiul Awal bertepatan dengan musim semi di Semenanjung Arab.
Secara historis, kalender Hijriyah sendiri mulai digunakan setelah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Kalender Hijriyah diperkenalkan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 638 Masehi, dan hijrah Nabi dijadikan sebagai titik awal penanggalannya.
Nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah, termasuk Rabiul Awal, sudah digunakan sejak zaman pra-Islam oleh masyarakat Arab, namun baru setelah Islam datang penanggalan ini diresmikan dan digunakan secara luas.
Peristiwa Besar di Bulan Rabiul awal
Bulan Rabiul Awal menyimpan beberapa peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Madinah, dan wafatnya Nabi Muhammad SAW dan lain-lain.
Peristiwa Bersejarah Nabi Muhammad SAW
Kelahiran Nabi:
Banyak peristiwa besar sepanjang bulan Rabiul Awal yang tercatat dalam sejarah Islam berdasarkan pandangan para ulama. Di antara kisah yang paling diingat umat Islam adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Terdapat beberapa perbedaan mengenai tanggal lahir Baginda Nabi SAW. Kepala Unit Bahasa Arab Akademi Kajian Islam Universitas Malaya (UM), Dr. Nor Hazrul Mohd Salleh mengatakan pandangan banyak ulama menyatakan tanggal 12 Rabiul Awal sebagai tanggal lahirnya Nabi SAW.
Namun ada sebagian pendapat yang memilih tanggal 9 Rabiul Awal sebagai tanggal yang lebih cocok. “Hujah mereka adalah mengikuti perhitungan ahli falak (astronomi) hari Senin dalam bulan Rabiul awal Tahun Gajah (mengikut hadits) bukanlah pada tanggal 12 Rabiul awal, namun jatuh pada 9 Rabiul awal, yang bertepatan 22 April tahun 571 Masehi.”
Ulama sepakat bahwa Baginda Nabi SAW lahir pada hari Senin.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim, No. 1162).
Pernikahan dengan Siti Khadijah:
Pernikahan suci Rasulullah SAW dengan Khadijah binti Khuwailid terjadi pada bulan ini.
Nabi Muhammad SAW menikahi Siti Khadijah binti Khuwailid saat beliau berusia 25 tahun dan Khadijah berusia 40 tahun. Berdasarkan riwayat yang masyhur dalam kitab Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam, mahar yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada Khadijah adalah 20 ekor unta betina muda.
Pengangkatan Rasul (1 Rabiul Awal):
Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun.
Hijrah ke Yastrib (Madinah) (8–12 Rabiul Awal):
Perjalanan Hijrahnya Nabi SAW dari Mekah ke Yastrib (Madinah) terjadi pada bulan Rabiul Awal, Nabi SAW didampingi oleh sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq dan penunjuk jalan yang bernama Abdullah bin Uraiqith seorang non muslim yang disewa sebagai pengunjuk jalan.
Setelah delapan hari perjalanan, Nabi singgah di Quba selama empat hari dan mendirikan Masjid Quba sebagai masjid pertama dalam Islam.
Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Nabi wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal 11 Hijrah di Madinah pada usia 63 tahun.
Peristiwa Penting Lainnya
Salat Jumat Pertama
Peristiwa Salat Jumat pertama dalam sejarah Islam juga dilakukan pada bulan Rabiul Awal, saat Rasulullah SAW tiba di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah.
Salat Jumat ini menjadi salah satu kewajiban dalam syariat Islam, yang hingga kini terus dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Peristiwa penting Rabiul Awal ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan umat Islam. Karena salat Jumat adalah momen untuk berkumpul, mendengarkan khotbah, dan memperkuat iman secara berjamaah.
Serangkaian Ekspedisi Militer
Beberapa pertempuran penting dalam sejarah Islam juga terjadi pada bulan Rabiul Awal. Salah satunya adalah Perang Buwath dan Perang Safwan, yang merupakan bagian dari upaya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat untuk mempertahankan dakwah Islam dari ancaman musuh-musuh Islam.
Perang-perang ini menunjukkan keberanian, keteguhan, dan strategi yang matang dari Rasulullah dan para sahabat dalam menjaga agama dan umat Islam.
Rabiul Awal memiliki begitu banyak kenangan akan perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam.
Abu Bakar Diangkat Menjadi Khalifah
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq diangkat menjadi khalifah pertama umat Islam. Peristiwa ini juga terjadi di bulan Rabiul Awal.
Kepemimpinan Abu Bakar menjadi sangat penting karena beliau berhasil menjaga kesatuan umat Islam di tengah krisis pasca wafatnya Nabi.
Di bawah kepemimpinannya, Abu Bakar berhasil mengatasi berbagai tantangan. Tantangan ini juga termasuk menghadapi para pemberontak dan menegakkan kembali otoritas Islam di jazirah Arab.
Penaklukan Iraq
Pada awalnya, umat Islam dihadapkan pada ancaman dari Kekaisaran Persia yang sering kali memusuhi negara-negara di sekitarnya, termasuk Jazirah Arab.
Setelah berhasil menyatukan suku-suku Arab di bawah panji Islam, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mulai melancarkan ekspedisi militer.
Penaklukan Iraq oleh pasukan Muslim terjadi pada bulan Rabiul Awal, dibawah pimpinan Panglima Perang Khalid bin Walid Persia berhasil ditaklukkan.
Penaklukan ini berhasil mengalahkan tentara Persia dan menaklukkan wilayah-wilayah strategis di Iraq.
Pembukaan Baitul Maqdis
Salahuddin al-Ayubi memimpin pasukan Islam untuk merebut kembali Baitul Maqdis, Pasukan Islam berhasil mengalahkan tentara Salib dan kemudian membuka Baitul Maqdis di bulan Rabiul Awal tahun 583 Hijrah.
Hancurnya Benteng Islam di Andalusia
Benteng terakhir tentara Islam di Andalusia berhasil ditumbangkan oleh tentara Spanyol yang dipimpin oleh Ferdinando dan Isabella pada bulan Rabiul Awal tahun 897 Hijrah.
Penghancuran tempat-tempat bersejarah peninggalan umat Islam dimulai, masjid-masjid diubah menjadi gereja dan museum, dan tidak ada lagi adzan di negara tersebut. Termasuk kompleks komplek masjid yang dirubah menjadi Gereja Katedral Santo Justus dan Santo Pastor di Alcalá de Henares, Madrid, yang dibeli oleh Muhammadiyah (PWM Jawa Timur) seharga sekitar 3 juta Euro (sekitar Rp45 miliar.)
Rabiul Awal sarat dengan peristiwa-peristiwa penting. Tidaklah cukup jika kita hanya membaca tanpa menghayatinya.
Peristiwa-peristiwa penting Rabiul Awal ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Islam, tetapi juga memberikan pelajaran hikmah bagi umat Islam.
Mari kita semua mengambil hikmah dari kisah-kisah tersebut untuk direnungkan bersama.
Oleh: Akas Syafira, disulih dari Sirah Nabawi dan berbagai sumber lainnya yang relevan.
Eksplorasi konten lain dari Semut Ibrahim Mediatama
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.